Bijak Hari ini (Kutipan dan Karya)
1. "Saya ingin memperlihatkan bahwa kekuatan manusia justru hancur oleh
kelemahannya sendiri, yaitu kesombongan dan keserakahannya"
(James Cameron tentang Film Titanic)
2. Agama tidak akan di kritik hanya
sebagai pencari pembenaran jika agama mampu menjalankan fungsinya secara benar.
Apa fungsi agama?
1. Memuliakan Allah
2. Mendidik umat untuk.
memuliakan Allah
3. Membuahkan ibadah itu
dalam bentuk perbuatan
baik kepada semua
ciptaan Allah.
3. Mengidolakan Seseorang Bukanlah Hal
Tabu, Selama Itu Masih Dalam Batasan Sebagai Teladan Atau Yang
Menginspirasi..... Mengidolakan Akan Menjadi Tidak Sehat Jika Sudah Bergeser
Menjadi Pemujaan, Atau Bahkan Pengkultusan.... Mari Mengidolakan Manusia Secara
Pantas
4. Ada sebuah frasa dalam bahasa latin yang berbunyi "Carpe Diem"
Jika di terjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti 'Petiklah Hari"
Maksud ungkapan ini ialah "Manfaatkanlah hari. Jangan sampai ada hari yang
terlewat tanpa arti. Jangan sampai ada hari yang menjadi sia-sia, karena kita
hanya bermalas-malasan tanpa memberi isi pada hari itu. Jangan sampai ada hari
yang menjadi rusak karena kita mewarnainya dengan rasa benci, iri atau cuma
memikirkan diri sendiri. Jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa
sukacita"... Pengkhotbah Menulis,"...Jikalau orang panjang umurnya,
biarlah ia bersukacita di dalamnya..." (Pkh.11:7)
5. Dalam Beriman Penting dan Perlu juga memakai Logika... Sebab Iman bukan
hanya soal perasaan, tapi juga akal budi... Dan akal budi adalah cara kerja
logika... Yang tidak gunakan akal budi namanya akal bulus..
Yesus berpesan "Kasihilah Tuhan Allah-mu dgn segenap hati,.... dan segenap
akal budi...".
6. Maukah kau mencintaiku sepanjang sisa hidupku? Tidak! Aku akan
mencintaimu sepanjang hidupku
7. Belajarlah Mengalah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Mengalahkanmu
Belajarlah Merendah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Merendahkanmu
8. Jika Kami Bunga,
Engkau Adalah Tembok Itu
Telah Kami Sebar Biji-Biji
Suatu Saat
Kami Akan Tumbuh Bersama
Dengan Keyakinan
Engkau Harus Hancur
(Wijhi Thukul)
9. Hidup bukan ada dengan sendirinya. Ia ada karena
diberikan oleh Tuhan. Tapi bukan hanya sekedar pemberian, melainkan juga
penugasan. Tuhan menugaskan kita untuk menghidupi hidup ini..
10. Banyak Orang Ingin Merasakan Kemurahan Tuhan, Diberkati Hidupnya dan
Diampuni Dosanya.... Tapi Tidak Semua Orang Ingin Memberitakan Kemurahan Tuhan
Kepada Sesama.... Sesama Yang Berdosa, Terkadang Dianggap Layak Dihukum
Tuhan.... Maka Jadilah, Tuhan Yang Peramah dan Pemurah Hanya Untuk Saya, Dan
Tuhan Yang Pemarah Untuk Orang Lain.....
11. Bagi Orang Kurang Kerjaan, Menceritakan Keburukan Orang Lain Lebih
Menyenangkan Dari Pada Melihat Kebaikannya.... Orang Malas Sulit Melihat
Teladan, Karena Tidak Punya Motivasi
12. Perasaan rindu bisa menyenangkan. Berbahagialah orang
yang merindu. Apa jadinya kalau hati kita begitu keras seperti batu sehingga
tidak pernah bisa merindu. Perasaan rindu juga merupakan bagian dari iman.
13. Persoalan dan Masalah Dekat Dengan Tiap Orang.... Kita
Punya Pilihan, Bersembunyi Atau Memperbaikinya... Tiap Pilihan Itu Punya
Resiko... Pilihlah Yang Bisa Mendewasakan Kita
14. Kita Boleh Saja Merasa Tidak Bersaudara Dalam Iman, Tapi Kita Harus
Bersaudara Dalam Kemanusiaan..
15. Tiap hari kita memakai akal. Untuk kegiatan yang paling sederhana pun
kita berpikir, apalagi untuk urusan yang sulit. Dari pagi sampai malam kita
membuat keputusan. Tiap keputusan adalah produk akal. Kita selalu berakal,
tetapi belum tentu selalu berbudi. Akal kita selalu tajam, tetapi budi
kadang-kadang menjadi tumpul sehingga yang ada bukanlah akal budi, melainkan
akal bulus. Akal budi disertai pertimbangan masak-masak apa ini benar atau
tidak. Sebaliknya, akal bulus hanya mempertimbangkan celah muslihat jahat.
Supaya akal kita berfungsi sebagai akal budi, maka budi itu dari waktu ke waktu
perlu diisi ulang atau diperbaharui. Tulis Paulus,".... berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:2).
16. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu
cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu
inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu
temukan di dalam dirinya
17. Aku tidak menganggap doa dapat membuat segala sesuatu lebih mudah. Aku
mengharapkannya dapat memberiku kekuatan batin untuk terus berjuang. Ketekunan adalah
caraku menunjukkan iman.
18. Kita sering mengeluh kekurangan waktu.
Apakah kita kurang waktu?
bukan! Kita bukan kurang waktu, tapi kurang cakap mengatur waktu!
Kita menunda-nunda.
Padahal menunda bukan mengurangi pekerjaan, malah menambah pekerjaan.
Kunci produktivitas adalah kecakapan mengatur waktu
atau time management.
Efisien dan efektif, langsung kerjakan dan selesai
sampai tuntas.
Itu disiplin dan komitmen.
Pokoknya jangan menunda-nunda.
Kita perlu belajar dari seorg loper koran.
Cerah atau hujan, tiap hari loper langsung jalan.
Tidak ada tunda-tunda, apalagi sampai besok. Siapa
yang mau koran basi?
19. Banyak kepercayaan menekankan kebesaran & kuasa Tuhan. Bagi kita,
Tuhan itu mahabesar & mahakuasa, tetapi terutama Ia mahabaik. Ia
menyelamatkan kita bukan dengan kebesaran-Nya (sebab Ia justru menjadi manusia)
dan bukan dengan kuasa-Nya (sebab Ia justru mati tak berdaya di atas salib),
tetapi dengan kebaikan-Nya (yg mengampuni orang berdosa & menolong orang yg
lemah). Injil adalah undangan untuk menikmati kebaikan Tuhan itu. Orang yg
percaya akan kebesaran & kuasa Tuhan teta
pi
kurang sadar akan kebaikan Tuhan bisa saja menjadi orang yg sangat beragama
tetapi belum tentu orang baik. Jangan heran kalau banyak kejahatan justru
berkaitan dengan orang-orang beragama. Kepercayaan akan kebesaran & kuasa
Tuhan bisa menjadi dasar untuk selalu membesarkan diri & memupuk kekuasaan
diri. Hasilnya adalah sikap hidup yang berbahaya bagi orang lain. Karena itu tidak
cukup hanya mengagumi kebesaran Allah dan mengakui kuasa-Nya. Maka,
"kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya", nikmatilah dan sadarilah betapa
baiknya Tuhan itu!
20. Yang lebih dulu minta maaf adalah yang paling berani.
Yang lebih dulu memaafkan adalah yang paling kuat.
Dan... yang lebih dulu ikhlas adalah yang paling bahagia.
21. Dua hal yang menentukan siapa dirimu sebenarnya; kesabaran saat tidak
punya apa-apa dan perilakumu saat sedang mempunyai segalanya
22. Hidup ini tidak pernah berhenti, selalu berjalan.
Seiring berjalannya hidup ini, kesempatan pun datang silih berganti. Marilah kita
memanfaatkan setiap kesempatan dengan membuat hidup kita lebih bermakna. Selamat
menjalani sepanjang hari ini.....
23. Lakukan dari hati, bukan hanya karena ingin mendapat
pujian. Itulah KETULUSAN.
24. Melayani tidak merendahkan atau meninggikan siapa pun, ini akan
mensejajarkan kita sebagai manusia yang santun
25. Mari berjuang lebih keras & smart agar prestasi kita bisa lebih baik
dari kemarin.
26. Jangan Pernah Menyerah Untuk Orang Yang Kita Cintai
27. Jika kamu tak berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, maka kamu akan
menghabiskan hidupmu hanya untuk melihat orang lain mewujudkan mimpinya.....
28. Orang yg menyerah dalam perjuangan sedang mengalami lupa, lupa bahwa
dulu sangat bertekad untuk memperjuangkannya...
29. Perjuangkanlah hidupmu sampai semua orang yang mungkin pernah
"meremehkanmu" akan melihat kebesaran Tuhan dalam perjuanganmu ;’)
30.
Menjadi orang yang berguna dan
berbuah adalah tujuan hidup tiap orang. Oleh sebab itu, Kristus mengibaratkan
kita sebagai pohon buah lalu menugaskan kita untuk berbuah. Sungguh
membebsarkan hati, Kristus bukan cuma menugaskan, melainkan juga mendampingi
bahkan menyatu dengan kita dalam melaksanakan tugas itu. Ucap-Nya, "Orang
yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak...."
(Yoh.15:5, BIMK).
31. Salah satu cara mempersiapkan hari esok adalah dengan mempergunakan
segala sesuatu yang terjadi hari ini dengan sebaik-baiknya dan
setepat-tepatnya. Kemudian buatlah strategi yang berbeda untuk meraih
pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya. Jalanilah segala sesuatu bukan
sebagai rutinitas, tetapi sebagai aktivitas. Rutinitas tampak bergerak, tetapi
tidak berpindah. Ciptakan keberhasilan kecil dalam setiap kesempatannya.
Sekalipun demikian, jangan pernah memakai rumus atau resep yang sama untuk
mendapatkan hasil berbeda.
Albert Einstein pernah berucap "Hanya orang gila yang melakukan hal yang
sama untuk mendapatan hasil yang berbeda"...
32. Menjalani perputaran roda hidup dgn iman, bukan berarti bahwa iman kita
kuat. Orang beriman bukanlah orang yg tidak suka cemas, melainkan orang yang
dalam kecemasannya bertumpu pada Kristus. Orang beriman bukanlah orang yang
imannya besar, melainkan orang yang bertumpu pada rahmat Tuhan yang besar. Iman
kita kecil dan lemah, tetapi itu tidak soal, sebab yang penting adalah bahwa
rahmat Tuhan itu besar dan kuat. Iman adalah berpegang pada Kristus dalam
melangkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar