Kamis, 18 Juni 2015

32 Renungan Menyehatkan



Bijak Hari ini (Kutipan dan Karya) 


1. "Saya ingin memperlihatkan bahwa kekuatan manusia justru hancur oleh kelemahannya sendiri, yaitu kesombongan dan keserakahannya"
(James Cameron tentang Film Titanic)

 2. Agama tidak akan di kritik hanya sebagai pencari pembenaran jika agama mampu menjalankan fungsinya secara benar. Apa fungsi agama?
1. Memuliakan Allah
2. Mendidik umat untuk.
memuliakan Allah
3. Membuahkan ibadah itu
dalam bentuk perbuatan
baik kepada semua
ciptaan Allah.

3. Mengidolakan Seseorang Bukanlah Hal Tabu, Selama Itu Masih Dalam Batasan Sebagai Teladan Atau Yang Menginspirasi..... Mengidolakan Akan Menjadi Tidak Sehat Jika Sudah Bergeser Menjadi Pemujaan, Atau Bahkan Pengkultusan.... Mari Mengidolakan Manusia Secara Pantas

4. Ada sebuah frasa dalam bahasa latin yang berbunyi "Carpe Diem" Jika di terjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti 'Petiklah Hari"
Maksud ungkapan ini ialah "Manfaatkanlah hari. Jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa arti. Jangan sampai ada hari yang menjadi sia-sia, karena kita hanya bermalas-malasan tanpa memberi isi pada hari itu. Jangan sampai ada hari yang menjadi rusak karena kita mewarnainya dengan rasa benci, iri atau cuma memikirkan diri sendiri. Jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa sukacita"... Pengkhotbah Menulis,"...Jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya..." (Pkh.11:7)

5. Dalam Beriman Penting dan Perlu juga memakai Logika... Sebab Iman bukan hanya soal perasaan, tapi juga akal budi... Dan akal budi adalah cara kerja logika... Yang tidak gunakan akal budi namanya akal bulus..
Yesus berpesan "Kasihilah Tuhan Allah-mu dgn segenap hati,.... dan segenap akal budi...".

6. Maukah kau mencintaiku sepanjang sisa hidupku? Tidak! Aku akan mencintaimu sepanjang hidupku

7. Belajarlah Mengalah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Mengalahkanmu
Belajarlah Merendah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Merendahkanmu


8.  Jika Kami Bunga,
Engkau Adalah Tembok Itu
Telah Kami Sebar Biji-Biji
Suatu Saat
Kami Akan Tumbuh Bersama
Dengan Keyakinan
Engkau Harus Hancur
(Wijhi Thukul)
 

9. Hidup bukan ada dengan sendirinya. Ia ada karena diberikan oleh Tuhan. Tapi bukan hanya sekedar pemberian, melainkan juga penugasan. Tuhan menugaskan kita untuk menghidupi hidup ini..

10. Banyak Orang Ingin Merasakan Kemurahan Tuhan, Diberkati Hidupnya dan Diampuni Dosanya.... Tapi Tidak Semua Orang Ingin Memberitakan Kemurahan Tuhan Kepada Sesama.... Sesama Yang Berdosa, Terkadang Dianggap Layak Dihukum Tuhan.... Maka Jadilah, Tuhan Yang Peramah dan Pemurah Hanya Untuk Saya, Dan Tuhan Yang Pemarah Untuk Orang Lain.....

11. Bagi Orang Kurang Kerjaan, Menceritakan Keburukan Orang Lain Lebih Menyenangkan Dari Pada Melihat Kebaikannya.... Orang Malas Sulit Melihat Teladan, Karena Tidak Punya Motivasi

12. Perasaan rindu bisa menyenangkan. Berbahagialah orang yang merindu. Apa jadinya kalau hati kita begitu keras seperti batu sehingga tidak pernah bisa merindu. Perasaan rindu juga merupakan bagian dari iman.

13. Persoalan dan Masalah Dekat Dengan Tiap Orang.... Kita Punya Pilihan, Bersembunyi Atau Memperbaikinya... Tiap Pilihan Itu Punya Resiko... Pilihlah Yang Bisa Mendewasakan Kita

14. Kita Boleh Saja Merasa Tidak Bersaudara Dalam Iman, Tapi Kita Harus Bersaudara Dalam Kemanusiaan..

15. Tiap hari kita memakai akal. Untuk kegiatan yang paling sederhana pun kita berpikir, apalagi untuk urusan yang sulit. Dari pagi sampai malam kita membuat keputusan. Tiap keputusan adalah produk akal. Kita selalu berakal, tetapi belum tentu selalu berbudi. Akal kita selalu tajam, tetapi budi kadang-kadang menjadi tumpul sehingga yang ada bukanlah akal budi, melainkan akal bulus. Akal budi disertai pertimbangan masak-masak apa ini benar atau tidak. Sebaliknya, akal bulus hanya mempertimbangkan celah muslihat jahat. Supaya akal kita berfungsi sebagai akal budi, maka budi itu dari waktu ke waktu perlu diisi ulang atau diperbaharui. Tulis Paulus,".... berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:2).


16. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya

17. Aku tidak menganggap doa dapat membuat segala sesuatu lebih mudah. Aku mengharapkannya dapat memberiku kekuatan batin untuk terus berjuang. Ketekunan adalah caraku menunjukkan iman.

18. Kita sering mengeluh kekurangan waktu.
Apakah kita kurang waktu?
bukan! Kita bukan kurang waktu, tapi kurang cakap mengatur waktu!
Kita menunda-nunda.
Padahal menunda bukan mengurangi pekerjaan, malah menambah pekerjaan.
Kunci produktivitas adalah kecakapan mengatur waktu atau time management.
Efisien dan efektif, langsung kerjakan dan selesai sampai tuntas.
Itu disiplin dan komitmen.
Pokoknya jangan menunda-nunda.
Kita perlu belajar dari seorg loper koran.
Cerah atau hujan, tiap hari loper langsung jalan.
Tidak ada tunda-tunda, apalagi sampai besok. Siapa yang mau koran basi?

19. Banyak kepercayaan menekankan kebesaran & kuasa Tuhan. Bagi kita, Tuhan itu mahabesar & mahakuasa, tetapi terutama Ia mahabaik. Ia menyelamatkan kita bukan dengan kebesaran-Nya (sebab Ia justru menjadi manusia) dan bukan dengan kuasa-Nya (sebab Ia justru mati tak berdaya di atas salib), tetapi dengan kebaikan-Nya (yg mengampuni orang berdosa & menolong orang yg lemah). Injil adalah undangan untuk menikmati kebaikan Tuhan itu. Orang yg percaya akan kebesaran & kuasa Tuhan tetapi kurang sadar akan kebaikan Tuhan bisa saja menjadi orang yg sangat beragama tetapi belum tentu orang baik. Jangan heran kalau banyak kejahatan justru berkaitan dengan orang-orang beragama. Kepercayaan akan kebesaran & kuasa Tuhan bisa menjadi dasar untuk selalu membesarkan diri & memupuk kekuasaan diri. Hasilnya adalah sikap hidup yang berbahaya bagi orang lain. Karena itu tidak cukup hanya mengagumi kebesaran Allah dan mengakui kuasa-Nya. Maka, "kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya", nikmatilah dan sadarilah betapa baiknya Tuhan itu!


20. Yang lebih dulu minta maaf adalah yang paling berani.
Yang lebih dulu memaafkan adalah yang paling kuat.
Dan... yang lebih dulu ikhlas adalah yang paling bahagia.

21. Dua hal yang menentukan siapa dirimu sebenarnya; kesabaran saat tidak punya apa-apa dan perilakumu saat sedang mempunyai segalanya

22. Hidup ini tidak pernah berhenti, selalu berjalan. Seiring berjalannya hidup ini, kesempatan pun datang silih berganti. Marilah kita memanfaatkan setiap kesempatan dengan membuat hidup kita lebih bermakna. Selamat menjalani sepanjang hari ini.....

23. Lakukan dari hati, bukan hanya karena ingin mendapat pujian. Itulah KETULUSAN.

24. Melayani tidak merendahkan atau meninggikan siapa pun, ini akan mensejajarkan kita sebagai manusia yang santun

25. Mari berjuang lebih keras & smart agar prestasi kita bisa lebih baik dari kemarin.

26. Jangan Pernah Menyerah Untuk Orang Yang Kita Cintai

27. Jika kamu tak berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, maka kamu akan menghabiskan hidupmu hanya untuk melihat orang lain mewujudkan mimpinya.....


28. Orang yg menyerah dalam perjuangan sedang mengalami lupa, lupa bahwa dulu sangat bertekad untuk memperjuangkannya...


29. Perjuangkanlah hidupmu sampai semua orang yang mungkin pernah "meremehkanmu" akan melihat kebesaran Tuhan dalam perjuanganmu ;’)

30.  Menjadi orang yang berguna dan berbuah adalah tujuan hidup tiap orang. Oleh sebab itu, Kristus mengibaratkan kita sebagai pohon buah lalu menugaskan kita untuk berbuah. Sungguh membebsarkan hati, Kristus bukan cuma menugaskan, melainkan juga mendampingi bahkan menyatu dengan kita dalam melaksanakan tugas itu. Ucap-Nya, "Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak...." (Yoh.15:5, BIMK).


31. Salah satu cara mempersiapkan hari esok adalah dengan mempergunakan segala sesuatu yang terjadi hari ini dengan sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya. Kemudian buatlah strategi yang berbeda untuk meraih pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya. Jalanilah segala sesuatu bukan sebagai rutinitas, tetapi sebagai aktivitas. Rutinitas tampak bergerak, tetapi tidak berpindah. Ciptakan keberhasilan kecil dalam setiap kesempatannya. Sekalipun demikian, jangan pernah memakai rumus atau resep yang sama untuk mendapatkan hasil berbeda.
Albert Einstein pernah berucap "Hanya orang gila yang melakukan hal yang sama untuk mendapatan hasil yang berbeda"...


32. Menjalani perputaran roda hidup dgn iman, bukan berarti bahwa iman kita kuat. Orang beriman bukanlah orang yg tidak suka cemas, melainkan orang yang dalam kecemasannya bertumpu pada Kristus. Orang beriman bukanlah orang yang imannya besar, melainkan orang yang bertumpu pada rahmat Tuhan yang besar. Iman kita kecil dan lemah, tetapi itu tidak soal, sebab yang penting adalah bahwa rahmat Tuhan itu besar dan kuat. Iman adalah berpegang pada Kristus dalam melangkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar