Selasa, 22 November 2016

32 Motivasi Baru

1. Hal terbesar yang harus dilakukan seorang ayah untuk anak2nya adalah mengasihi ibu mereka ....

2. Dua kata yang paling menyedihkan dalam kosa kata manusia adalah "JIKA SAJA"..... Kata ini selalu keluar dari mulut orang yang terperangkap dalam kegagalan. Cara untuk memperbaiki pola pikir ini adalah menggantikan kosa kata yakni "LAIN KALI"......

3. Ada tiga tipe orang di dunia ini: "orang yang mau", "orang yang tidak mau" dan "orang yang tidak bisa"
Tipe pertama mencapai segala sesuatu
Yang kedua melawan segala sesuatu
Yang ketiga gagal dalam segala sesuatu

4. Yang menista agama ialah mereka yg membuat agama jadi keganasan, penindasan, ketidak-adilan, manipulasi ajaran, dan hipokrisi.
goenawan mohamad

5. 'Popoji' kosong tak pernah menghambat kemajuan Anda. Yang bisa menghambat adalah kepala kosong & hati kosong
-Anonim-

6.  Terkadang melalui kekalahan dalam pertempuran, anda akan menemukan cara baru untuk memenangkan perang.
- Donald Trump -

7.   Tak mengapa orang lain belum mengenal "kamu siapa?". Asal kamu tau, kedepannya kamu akan menjadi "siapa?"
Jadi lampauilah batasan dirimu

8. Ibadah bukan cuma sekedar perkumpulan yang menyanyi, berdoa dan mendengar firman. Ibadah lebih dari itu. Ibadah ada karena prakarsa Allah, dan kita menjawab undangan itu. Ibadah ada karena cinta Allah yang besar, dan kita datang sebagai kekasih yang merindu. Ibadah adalah memuji Tuhan, tapi dengan rendah hati menyatakan siap membuahkan segala pesan kedalam kehidupan. Ibadah adalah perjumpaan antara sesama anak-anak Allah, untuk mendengarkan pesan-pesan Bapa kita, dan melanjutkan pesan itu dalam karya. Ibadah yang sejati berwujud dalam tindakan

9. Sesuatu yang berujung pada kekeliruan, tidak usahlah diterobos... Belajarlah untuk menyesal lebih awal. Pengendalian diri adalah caranya....


10.Mereka yang tidak pernah melakukan kesalahan hanyalah mereka yang tidak bisa melakukan apa-apa #NasehatSahabat


11.  Kegagalan terjadi bukan karena kita kalah, tapi karena telah menyerah

12. Kebimbangan dan ketakutan adalah bahaya terburuk, sebab bisa melumpuhkan kehidupan kita

13.Kamu bisa bangga pada dirimu yg kuat, tapi selalu ada seseorang yg mampu buatmu lemah, seseorang yg telah kamu jatuh cinta.



14.Keberanian menertawakan dan mengoreksi diri kita adalah jalan keluar mengatasi kepura-puraan.
Keberanian menertawakan dan mengoreksi diri kita sendiri akan membuat kita mampu menjalani hidup ini dengan ringan dan tanpa beban.


15. Masalah toleransi di masyarakat yang majemuk adalah masalah kuping tebal dan kebesaran hati bukan masalah kuping tipis dan cepat tersinggung.
Emmy Hafild


16.Bagian Tuhan adalah menggantikan kesedihanmu dengan kebahagiaan. Bagianmu adalah mengikhlaskan kesedihan itu
@pemulihanjiwa


17. Orang yang mau berubah adalah orang yang sangat sayang pada masa depannya

18. Selama memaafkan dianggap sebagai memberi pasti terasa susah, padahal memaafkan artinya melepaskan, meletakkan, meninggalkan beban
@pemulihanjiwa

19. Apapun yg terjadi, banggalah pd diri sendiri & apa yg kamu yakini. Percaya pd dirimu sendiri sebelum org lain bisa percaya padamu

20. Salah paham akan selalu ada dalam hidup ini, oleh sebab itu berhati-hati dalam berkata. Terkadang diam adalah pilihan bijaksana.

21.  Hati2; jangan sampai engkau sibuk menunjukkan orang kepada Allah dan kau sendiri kehilangan jalan. (Fudlail bin 'Iyãdl)

22. Yang paling membahagiakan dalam hidup adalah bila jiwa kita melayang-layang di mana kita pernah merasa amat senang.
Kahlil Gibran

23. Profesional berarti melakukan profesi sesuai dengan keyakinan dan kehormatan profesi itu.
Profesional juga berarti mengutamakan mutu dan disiplin kerja.

24. Mungkin kita bukan sedarah sedaging, namun kita bisa dekat dan berkerabat. Kalau cakap mengelola hubungan secara bijak, kita dapat menikmati kebersamaan hidup.
Andar Ismail


25. Cinta membangkitkan jiwa untuk bertindak...
Dante

26.  Jangan menyiram minyak tanah di atas percikan api yang dibuat orang lainn melainkan siramlah air. Supaya tidak panas dan terbakar tapi suasana menjadi damai dan sejuk... Itulah kecerdasan sosial
Andar

27. Pelukis Titian dari Abad ke-16 di Venesia menggambar orang berkepala tiga. Kepala yang pertama adalah wajah pemuda yang menatap jauh ke depan, kepala kedua wajah orang dewasa memperhatikan masa kini dan kepala yang ketiga adalah wajah orang lanjut usia ke menengok ke masa lampau. Di gambar itu ada tulisan: Dari pengalaman masa lalu, orang menjalani masa kini dengan bijaksana supaya tidak merusak masa depan

28. Tidak ada orang yang sukses bila dia tidak disiplin
Ahok.

29.  Bekerja itu harus tulus
Walaupun jalannya tidak mulus
Asalkan hidup Kudus
Masalah apapun pasti lulus

30. Keberhasilan hanya menjadi khayalan jika rencana tidak dilaksanakan.

31. Tak akan ada pelangi, jika hujan tak menghampiri. Akan selalu ada bahagia setelah kamu meneteskan air mata.
@pepatah



32. "Ketika kamu memaafkan, kamu tidak mungkin mengubah masa lalu.. namun kamu sudah mengubah masa depan"
- Bernard Meltzer, host radio US.








































Minggu, 30 Agustus 2015

32 Bijak Sejenak



 1. Ada kata yg sebaiknya tak dikatakan. Ada rasa yg sebaiknya tak diungkapkan. Dan kadang karena itu kamu memilih mengasihi seseorang dalam diam.

2.  Apabila kita takut gagal,itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita

3. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapatkan pengetahuan baru?

4. Salah satu musuh kemajuan diri kita adalah Comfort Zone.

5. Melakukan hal yang disukai bersama dengan orang yang dicintai sungguh menggembirakan

6. Ayolah, jangan lihat saingan sebagai musuh. Supaya anda tidak lelah karena amarah, dan tidak menjadi letih karena iri hati. Jadikan saingan, sebagai teman bertanding.. Karena itu lebih menyehatkan. Jika anda bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja jujur dan kreatif. Percayalah anda akan jadi pemenang kehidupan.

7.  Jangan tangisi keadaan, tangisilah harapan yang tak kau perjuangkan.......

8. hanya karena kamu mendengar apa yang dilakukan seseorang, tak berarti kamu bisa menghakiminya. Kamu tak tahu apa yang telah dilaluinya.......

9.  Iri hati adalah penyebab utama ketidakbahagiaan... Orang yang iri hati tidak hanya menyebabkan ketidakbahagiaan bagi dirinya sendiri, orang tersebut bahkan mengharapkan kemalangan orang lain...
 
10.  Mitologi Yunani ini mungkin bermanfaat. Procrustes membaringkan orang-orang yang ditangkapnya di atas ranjangnya. Jika postur tubuh mereka pas dengan ranjangnya, mereka beruntung. Jika terlalu panjang, ia akan memotong kaki mereka, dan jika terlalu pendek, ia akan menarik kaki mereka sampai ukurannya pas dengan tempat tidurnya. Kengerian dari tindakan Procrustes menggambarkan dengan tepat kengerian dari orang-orang yang ingin mencampuri urusan orang lain. Seringkali kita semua tergoda untuk membentuk orang lain menurut cara dan keinginan kita...

11. Tak tampan tak jadi soal, karena pria memimpin rumah tangganya bukan dengan ketampanan tapi dengan tanggung jawab dan kebijaksanaan. Motivasi @BIJAK

12. Jarak tak pernah jadi masalah jika dua hati tulus mencinta. Selama ada jujur & saling percaya, jarak hanya memperkuat cinta yg ada. pepatah

13. Marah itu manusiawi, namun saat marah tolong tetap menjaga kelasmu, you are high class. Jangan marah yg merendahkan diri sendiri

14. Terkadang seseorang tersenyum, bukan karena dia bahagia, tapi karena itu lebih mudah daripada menjelaskan kenapa dia bersedih. pepatah

15. Hidupmu adalah refleksi dari apa yg kamu lakukan. Jika kamu tak ingin terlihat seperti orang bodoh, jangan melakukan hal yg bodoh! pepatah

16.  Semakin sombong seseorang semakin tidak hebat ia, karena kehebatan seseorang ada di penguasaan diri, kerendahan hatinya. Motivasi

17. Orang yg sudah berusaha maksimal berhak untuk mengatakan “kuserahkan kepada Tuhan hasil akhirnya”. @pemulihanjiwa

18. Orang yg selalu berkenan menghadapi masalah, akan lebih cepat dewasa dibanding ia yang lari dari kenyataan

19.   Kekasih, kupanggili kamu dipadang savana senja itu, kuteriakkan agar namamu lebih luas dari kesepianku. ~@sudjiwotedjo

20.  Janganlah merasa lemah karena sebenarnya kita diciptakan indah. Janganlah merasa kecil karena sesungguhnya kita berguna.  

21. Ketika Anda menghadapi masalah dan berpikir di mana Tuhan. Ingatlah guru selalu diam ketika murid sedang menghadapi ujian. (Kutipan Anda)

22. Jika kamu punya keluarga yg mencintaimu, sedikit teman baik, makanan di meja&tempat tinggal. Sebenarnya kamu lebih kaya dari yg kamu kira. (Kutipan Anda)

23. Iman dan kerendahan hati adalah dua hal yg membuat kuasa Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita.

24. Datang bersama adalah awal. Menjaga kebersamaan adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah kesuksesan.

25. Bagaimana bisa dua orang dengan keahlian dan kecakapan yang sama, dalam situasi yang sama, akhirnya memberikan hasil yang benar-benar berbeda? Pakar kepemimpinan, John C. Maxwell, mengatakan bahwa penyebab perbedaan tersebut adalah sikap......

26. Jika orang marah, kita balas marah, orang menghina, kita balas menghina, ternyata diri kita hanya sekedar peniru keburukan saja.
Karena itu, Kendalikan hatimu. Karena 'hati' lah yang dapat mengendalikan apapun yang akan kamu perbuat.

27. sorga bukan perkara siapa layak & siapa tidak. sorga adalah perkara rahmat. Dan rahmat Tuhan tersedia bagi tiap orang, entah dia beragama atau tidak.

28. Kehidupan adalah proses memberanikan diri. Berani memilih dan berani bertanggung jawab.

29. Jika kamu ingin berikan sesuatu yg berharga, berikan waktu dan perhatianmu.

30. Mencari2 kesalahan orang lain,akan jadi kebiasaan jika dipelihara. Lebih bijak bercermin ke dalam & berusaha memperbaiki kesalahan sendiri.
⁠Andrie Wongso

31. Kebanyakan orang yang gagal bukan karena tidak punya kemampuan, tapi hanya karena mereka tidak yakin bisa mencapainya.
@shireensungkar

32. Kita tidak perlu hebat untuk memulai sesuatu tetapi kita perlu memulai sesuatu untuk menjadi hebat.
                               
               

Senin, 22 Juni 2015

Bijak Mengelola Kekayaan



Bacaan Alkitab           : Lukas `12 : 13 - 21
Oleh                            : Stenli Lalamentik


Jika mendengar nama raja Midas, kita  pasti akan langsung menghubungkannya dengan cerita berjudul ‘Sentuhan Emas’. Dalam Mitologi Yunani,  Midas adalah penguasa  Pessinos, salah satu kota di Frigia. Midas  terkenal  karena obsesinya yang tinggi terhadap emas. Dia akan melakukan apapun demi mimpinya memiliki  seluruh emas di dunia.
Suatu kali Bachus, dewa yang bisa menyihir  benda menjadi emas, sedang bingung  karena gurunya yang sudah tua, bernama Silenos hilang. Silenos adalah satir atau mahluk  setengah manusia setengah binatang, yang sering lupa diri jika berhadapan dengan minuman keras (miras) dan wanita cantik.
Midas yang tahu  peristiwa itu, langsung melihatnya sebagai peluang emas. Pikirnya, jika berhasil menemukan Silenos,  pasti akan dihadiahi banyak emas oleh Dewa Bachus.  Maka  diperintahnya seluruh  penduduk kota  mencari Silenos. Usahanya berhasil. Silenos ditemukan para petani di kebun  milik Raja Midas, dalam keadaan mabuk dan tak tahu jalan pulang.  
Dihiburnya  Silenos,  dengan pesta  10 hari 10 malam. Disediakan pula miras dan wanita cantik bagi Silenos.   Ketika  pesta usai, Midas pun mengantar Silenos kepada Dewa Bachus dengan harapan mendapat hadiah emas. Pikiran Midas tiba-tiba saja berubah, saat mengembalikan Silenos kepada Bachus. Ia tidak lagi ingin meminta emas, tapi meminta kekuatan supaya diberi kemampuan membuat emas hanya dengan sentuhan. Dewa Bachus  menyanggupinya. 
 Midas  yang tidak sabar dengan kemampuan baru itu, langsung  mempraktekkannya saat tiba di istana.  Satu persatu benda  di sentuhnya. Ajaib! Semuanya menjadi emas. Istananya pun berkilauan.  Sibuk  dengan ‘sentuhan emas’  membuat Midas lapar. Diambilnya buah-buahan yang tersedia di meja untuk dimakan. Apa yang terjadi? Buah yang dipegang itu  berubah  jadi emas.  Makanan lainnya, yang disentuh juga menjadi emas.  Ia menjadi takut dan lapar.  Dalam keadaan yang masih panik, datang putri  kesayangan yang langsung memeluknya. Anak itu pun berubah menjadi emas.  Obesesi Midas ternyata mencelakakan dirinya. Ia menjadi kaya tapi sengsara.  

Mengejar emas tidaklah  tabu. Menjadi  kaya bukan pula dosa.  Hanya  janganlah hati kita  melekat pada kekayaan.   Artinya terlalu sibuk mengejar emas (kekayaan) hingga melupakan Tuhan, Sang Pemberi Kekuatan kepada kita untuk bekerja dan  meraih emas (kekayaan).    Arthur Shcopenhauer, Filsuf  asal Jerman  berkata,  emas itu adalah ibarat air laut, semakin banyak diminum semakin haus orangnya.  
Soal  obesesi terhadap kekayaan/emas dan juga uang, Rasul  Paulus  mengingatkan kita,  ‘akar segala kejahatan ialah cinta uang’ (I Tim. 6:10).  Mempercayakan diri pada kekayaan/uang/emas  hanya akan menjerumuskan orang dalam  ketamakan. Orang yang tamak sama  dengan  orang   serakah,  pelit dan  lupa diri (lupa teman, saudara dan Tuhan).   Bahkan dalam Kolose 3:5 diidentikkan dengan penyembah berhala.
Tuhan Yesus dalam cerita Lukas 12 : 13 – 21, mengecam seseorang karena ketamakannya.   Dikisahkan saat  sedang mengajar diantara  rombongan orang banyak,  tiba-tiba salah seorang  dari rombongan itu, berbicara pada Tuhan Yesus soal harta warisan. Ia meminta Tuhan Yesus, supaya berbicara dengan saudaranya soal harta warisan.  Dalam tradisi Yahudi, seorang guru (rabi) bisa bertindak sebagai hakim dalam masalah harta milik.  Yesus tidak menyanggupinya,  karena ada motivasi yang tidak baik di balik permintaan itu, yakni  ketamakan.  Yesus  berkata  "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Ay. 15). 
Dari pernyataan  itu  bisa diketahui  kenapa Tuhan Yesus menolak permintaan orang tersebut.  Yang pertama, mungkin karena orang ini tidak puas dengan harta yang telah ia terima sebagai warisan. Dalam  aturan agama Yahudi,  seorang kakak akan menerima harta warisan dua kali lipat lebih besar dari adiknya (Ul. 21:17). Ia  menginginkan harta dalam jumlah yang besar dari saudaranya, (mungkin kakaknya).  Yesus tidak mau melayani, sebaliknya menolak orang yang serakah.  Yang kedua, karena orang itu tidak bijak dalam mengelola kekayaan.
Dalam kaitan dengan kecaman  terhadap bahaya dari ketamakan dan  petunjuk  tentang mengelola kekayaan, Yesus  pun melanjutkan pengajaran-Nya dengan sebuah perumpamaan tentang  seseorang yang teramat sangat kaya.  Orang itu menjadikan kekayaan  ibarat  ‘juru selamat’ bagi hidupnya. “Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! (ay. 19).   Mempercayakan diri pada kekayaan   ternyata tidak membuat orang itu kaya di hadapan Allah. Sebaliknya  mempercayakan diri kepada kekayaan adalah kebodohan yang mendatangkan maut. 

Harta yang kita miliki di dunia tidak akan dibawa mati. Kita pun tidak akan diberkati jika terus  hidup dalam  ketamakan atau keserakahan. Karena ketamakan atau keserakahan  menghalang-halangi hati kita untuk mengasihi Allah dan memenjarakannya dalam cinta uang.
Karenanya bijaklah dalam mengelola kekayaan. Caranya? Hiduplah dalam rasa cukup.  “Ibadah (pengenalan akan Allah dalam Yesus Kristus) yang  disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (I. Tim. 6:6). Keuntungan besar yang dimaksud ialah kelimpahan dalam kemurahan hati.  Prinsip kemurahan hati, oleh penulis Surat I Yohanes  diekspresikan sebagai berikut,   “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? “ (1 Yoh. 3:17). Amin… 


Jumat, 19 Juni 2015

GMIM Eben Haezar Motoling Menuju ke-HUT 166


 


GMIM Eben Haezar  Motoling Menuju ke-HUT 166
Dodoku, Motoling – Jemaat GMIM Eben Haezar Motoling, Wilayah Motoling,  pada tahun 2015 ini,  akan  berusia   166  tahun. Berkaitan dengan  Hari Ulang Tahun (HUT)  yang akan dirayakan pada 24 September 2015 mendatang,  telah lakukan pelantikan  Tim Kerja pada Minggu  07 Juni, di gedung Gereja GMIM Eben Haezar. Pelantikan tim kerja yang di ketuai  Reynald Pangaila SH, itu dilakukan lewat ibadah yang dilayani Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Motoling yang  sekaligus Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Eben Haezar, Pdt. Johanis Maxi Lumi,  STh.   
Usai ibadah pelantikan, kepada DODOKU, Pdt. Maxi menjelaskan perayaan HUT ke 166 ini  bisa dibilang sangat spesial.  Sebab ini untuk  kali pertama bagi Jemaat GMIM Eben Haezar melaksanakan syukuran HUT Jemaat. “Sejak jemaat ini berdiri, belum pernah sekalipun dilaksanakan perayaan HUT Jemaat. Padahal dalam kurun waktu 166 tahun itu, banyak hal yang telah di hadirkan gereja ini dalam tugas pelayanan, termasuk kehadiran warganya dalam berbagai aktifitas kehidupan bergereja dan bernegara,” katanya.
Soal penetapan  usia Jemaat, menurut Pdt Maxi, didasarkan pada pembaptisan pertama seorang warga Desa Motoling yang dilakukan pada  tahun 1849 di Kumelembuai, yang dulunya merupakan satu klasis dengan Motoling.  Sedangkan mengenai  siapa yang membaptis dan  bulan apa pembaptisan pertama itu dilayankan,  Pdt. Maxi mengaku masih akan dilakukan kajian sejarah yang lebih mendalam.  “Kami memilih kegiatan pada Bulan September, sebab sumber terbanyak mengatakan pembaptisan dilakukan bulan itu. Sementara soal dilaksanakan tanggal 24 September, karena hari itu bertepatan dengan  libur nasional,” jelasnya.
Pdt. Maxi menambahkan, BPMJ berharap kegiatan ini semarak namun bermakna, karenanya akan dilibatkan pula gereja-gereja yang ada di lingkar Motoling atau  Motoling tempo dulu (Motoling,  Kumelembuai, Motoling Timur,  Ranoyapo).  “Selain ibadah puncak dan  KPI (Kebaktian Penyegaran Iman), juga akan ada berbagai perlombaan olahraga dan kesenian.  Soal teknis kegiatan, akan diserahkan ke Tim Kerja yang telah dilantik,” pungkasnya.
Sementara Ketua Umum Tim Kerja Reynald Pangila SH, didamping Ketua I Sym. Esterlani Masengi SE, Ketua II Nikky Paat, Sekretaris Pnt. Aleks Mamusung AMD Kep, dan Bendahara Pnt. Hanna Limpele SE, mengatakan, setelah dilantik  Tim Kerja akan langsung bergerak, yakni dengan terlebih dulu membahas rencana kegiatan melalui tiap seksi. “Kami akan merumuskan kegiatan yang bukan hanya dikerjakan Tim Kerja, tapi melibatkan seluruh anggota Jemaat GMIM Eben Haezar, yang ada di dua Desa yakni Desa Motoling dan Motoling Maesa. Harapan kami HUT Jemaat yang baru pertama akan digelar, dapat membuat pelayanan di Jemaat semakin berkualitas, demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” ujar lelaki yang kesehariannya di kenal sebagai Pengacara yang beraktifitas di Kota Manado ini.
Enal, sapaan akrab Wartawan Harian METRO Manado ini, menjelaskan dari arahan BPMJ, ada beberapa kegiatan melibatkan Jemaat yang akan di gelar, seperti KPI, lomba tenda yang akan dipusatkan di halaman milik Jemaat yang berlokasi di Desa Mawale, juga lomba beberapa jenis olahraga dan paduan suara antar Kolom dan antar Jemaat. “Pada acara puncak nanti, kami akan mengndang para tokoh agama yang ada di wilayah Motoling Tempo Dulu, para Pendeta yang pernah melayani di Jemaat GMIM Eben Haezar Motoling, Pemerintah Kabuaten,  Kecamatan dan Desa Motoling dan Motoling Mawake, serta anggota Jemaat GMIM yang berasal dari Eben Haezar Motoling yang telah beraktifitas di luar Motoling atau di luar Minsel. Ini akan menjadi semacam pengucapan syukur Jemaat,” terangnya.  (Stenli)








Teknologi Sebagai Media Pelayanan

Teknologi Sebagai Media Pelayanan

DIAKONIA




Diakonia

Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37



"Aku menjumpai Yesus Kristus dalam sesamaku..... aku harus melayaninya seolah-olah dia adalah Yesus Kristus.  Aku juga harus melayaninya seolah-olah aku  adalah Yesus Kristus. Sebenarnya diakonia gereja adalah pelayanan Yesus Kristus kepada Yesus Kristus."




Toyohiko Kagawa (1888), seorang pendeta asal Jepang, pernah  berkata;  dosa terbesar gereja adalah tidak berbuat sesuatu untuk memperbaiki kehidupan saudaranya yang miskin,  karena  terlalu sibuk  membangun gedung gereja yang besar dan mewah.  Padahal  Yesus lahir di palungan yang kumuh dan disalibkan bersama para pemberontak di Golgota.
Kritik Kagawa  secara tidak langsung,  terarah juga kepada gereja  masa kini,  di sini. 
Karena ada kecenderungan gereja lebih  banyak menguras energi dan dana untuk  pembangunan  tempat ibadah  megah, tanpa memberi perhatian  pada  angka kemiskinan  disekitarnya yang terus meningkat. 

Gereja dalam kehadirannya di dunia,  dengan tanpa mengabaikan tugas pokok yang lain, idealnya harus banyak memberi perhatian terhadap pelayanan (Yun. diakonia) orang miskin, baik  dilingkungannya sendiri,  maupun terhadap masyarakat secara umum.  Hal ini sejalan dengan anjuran Paulus Kepada Jemaat di Galatia,  “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal. 6:10).   
Berbuat baik adalah ciri orang beriman.   Dalam surat Yakobus, penulis menghubungkan iman dengan perbuatan.  Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak.2:17). Tidak ada gunanya kita berkata : "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (Yak. 2:16).  

Gustavo Gutierrez, seorang teolog asal Amerika Latin, menulis bahwa masalah kemiskinan harus dihadapi oleh orang Kristen dengan jalan solidaritas, yakni suatu ungkapan kasih bersama orang miskin. Solidaritas  seperti itu nampak pada pola hidup jemaat Kristen mula-mula, seperti yang diceritakan Lukas dalam  Kis. 4: 32-37.  
Diceritakan pada bagian Alkitab ini, karena termotivasi  oleh kesaksian para rasul tentang karya keselamatan Kristus, Jemaat yang baru melembaga itu   langsung diliputi  rasa kebersamaan yang tinggi. Mereka sehati sejiwa (ay. 32),  yang diwujudkan dalam pelayanan kasih.
Tiap orang yang berkelebihan, menjual hartanya, baik rumah maupun tanah , untuk menopang pelayanan dan membantu atau menutupi memiskinan yang dialami  saudaranya.   Yang tujuannya ialah  “sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka”  (ay.34).  

Mungkin ada yang bertanya , relevankah  gaya hidup jemaat mula-mula untuk konteks masa kini? Jawabannya ya! Pola itu masih relevan. Hanya perlu digaris bawahi, kita tidak perlu meniru contoh Jemaat di Yerusalem itu secara kaku. Pola mereka bukan hukum yang sifatnya wajib. Pola itu timbul dari persatuan dan kasih mereka dalam Yesus Kristus. “Mereka sehati sejiwa”. 

 Gereja yang ‘sehati sejiwa’, akan  berusaha melepaskan belenggu yang memisahkan  antara yang kaya dan miskin. Gereja yang anggotanya ‘sehati sejiwa’ akan  memaksimalkan pelayanan (diakonia) terhadap sesama.  
 Kita mengenal tiga bentuk diakonia; 


           1. Diakonia Karitatif.
Diakonia bentuk ini biasanya digambarkan dengan berbelas  kasih, ibarat   memberi sepotong ikan kepada yang lapar supaya  bisa  langsung dimakan. Diakonia ini terkadang menjadi satu-satunya program gereja, yakni memberi sembako atau pengobatan gratis saat Natal dan Paskah kepada janda miskin, anak yatim piatu dan tahanan.  Meski dibutuhkan,  diakonia ini sebenarnya belum  mampu menolong orang miskin. 

          2. Diakonia  Reformatif (Pembangunan) 
Diakonia ini  digambarkan  menolong orang lapar dengan memberi alat pancing (bantuan modal) dan mengajar memancing (bantuan tekonologi)  supaya bisa  mengusahakan ikan untuk dimakan. Diakonia ini penting, karena membantu orang miskin  untuk menolong dirinya sendiri. Namun ada kendala dengan diakonia ini, yakni bagaimana jika sungai  atau laut, tempat untuk menangkap ikan telah dicemari  limbah  atau telah dipatok oleh perusahaan?
  
3. Diakonia Transformatif
             Diakonia transformatif merupakan jawaban untuk pertanyaan tadi. Diakonia transformatif  bisa disebut  sebagai diakonia pembebasan. Rakyat kecil  yang haknya dirampas (nelayan yang sulit memancing), yang buta hukum  dan yang  kehilangan  semangat berjuang perlu  dilayani. Yakni  menyadarkan hak-hak mereka dan memberdayakan.  Diakonia ini mendorong dan memberi semangat kepada orang miskin untuk percaya pada diri sendiri.
           
Ketiga bentuk diakonia ini, sepatutnya diperjuangkan dan diusahakan  gereja. Sebab gereja hadir  untuk menyatakan syalom (damai sejahtera), baik untuk orang kaya dan terutama orang miskin. Kemiskinan jangan hanya didialogkan, tetapi  dikerjakan. 
Tuhan Yesus kepada para murid mengamanatkan agar mereka memberi perhatian kepada yang miskin.  Matius 25:40 berkata Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.

Mari kita simak ungkapan DT. Niles, Teolog terkenal dari Sri Langka ini : Aku menjumpai Yesus Kristus dalam sesamaku…. . aku harus melayaninya seolah-olah dia adalah Yesus Kristus.  Aku juga harus melayaninya seolah-olah aku  adalah Yesus Kristus. Sebenarnya diakonia gereja adalah pelayanan Yesus Kristus kepada Yesus Kristus. Dalam diakonia itu gereja ikut serta dalam dunia.  Amin.  (Stenli Lalamentik)