32 KATA MUTIARA KRISTEN
1. Dalam Dasa Titah terdapat perintah: "Hormatilah
ayahmu & ibumu..." (Kel.20:12). Perintah ini bukan ditujukan kpd anak
yg masih kecil melainkan kpd anak yg sdh dewasa, sebab Dasa Titah dialamatkan
kpd org dewasa. Jadi, ayah & ibu di sini adalah ayah dan ibu yg sudah
werda/lansia. Kata hormatilah (Ibr. Kabeed = menilai berat seperti dlm
timbangan, menilai tinggi seperti dlm harga) di sini berarti mencukupkan
kebutuhan para lansia. Perhatikan pula ayat ini: ".... engkau harus menaruh
hormat (Ibr.: hadar = taat, respek) kepada org yg tua & engkau harus takut
(Ibr. : yare = takwa, respek) akan Allah-mu" (Im. 19:32). Perhatikan
betapa gamblangnya ayat ini. Di sini lansia di sejajarkan dgn Allah. Respek
kepada lansia sama dengan respek kepada Tuhan. Cuek kpd lansia sama dengan cuek
kepada Tuhan. Apakah ayat ini masih kurang gamblang?
2. Kristus berkata ".... kamu akan menjadi saksi-Ku ... "
(Kis.1:8). Kita ditunjuk untuk bersaksi tentang siapa Kristus dan apa yang
telah diperbuat-Nya. Tetapi bersaksi tidak selalu sama dengan berbicara.
Bersaksi terjadi melalui kiprah hidup kita sehari-hari. Kiprah sebenarnya
berarti gerakan tarian cepat namun dengan perhitungan yang cermat dan tepat.
Berkiprah berarti melakukan kegiatan dengan gesit namun dengan berhati-hati dan
bersungguh-sungguh. Mungkin sifat-sifat itu yang dimaksud dalam ucapan Kristus,
"... Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu
hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat.
10:16). Selamat berkiprah........
3. Dlm Matius 5:39 Yesus berkata "....siapa pun yg menampar pipi
kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu". Dalam masyarakat Israel pada
zaman Yesus, perselisihan antara dua org seringkali dilakukan di depan umum. Di
depan banyak org si A boleh memaki lawannya secara habis2an. Dalam gaya bahasa
Yahudi itu disebut "menampar pipi". Sesudah itu, lawannya mempunyai
hak utk membalas dgn mencaci maki pula. Dlm gaya bahasa Yahudi itu disebut
"membalas menampar". Lalu dlm hubungan ini
Yesus berkata "...siapa pun yg menampar pipi
kananmu, berilah jg kepadanya pipi kirimu"" Arti ucapan Yesus ini
adalah relakanlah hak kita digunakan org lain atau korbankanlah hak kita demi
mengutamakan hak org lain. Bahkan dalam hal hak membalas kejahatan, lepaskanlah
hak itu dan jangan gunakan hak itu. Kita perlu membela diri dari kejahatan,
namun kita tidak usah membalasnya.
3. Perbuatan mengasihi dpt dilakukan semua org sebab perbuatan itu sendiri
tdk bersifat khas Kristen. Perbuatan mengasihi itu menjadi Kristiani jika kita
melakukannya dgn motivasi bhw Yesus pun telah mengasihi kita. Ia berkata,
"...supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu"(Yoh.15:12).
Demikian jg halnya dgn perbuatan mengampuni. Perbuatan mengampuni bisa
dilakukan oleh semua org, namun perbuatan itu menjadi Kristiani bila didasarkan
pd pengakuan bhw kesalaha
n kita yg lebih besar sdh
diampuni oleh Tuhan sehingga kita pun patut mengampuni org lain yg bersalah pd
kita. Org Kristen atau lembaga Kristen menyandang nama Yesus Kristus & nama
itu sungguh luhur. Nama itu adlh nama Yesus, orang biasa yg hidup sbg Allah
& Allah yg hidup sbg org biasa. Menyandang nama yang begitu luhur berarti
tanggung jawab untuk berperilaku sesuai dengan keluruhan nama itu. Menyandang
sebutan Kristen tdk mudah. Itu sebabnya filsuf Friedrich Nietzche berkata,
"Hanya ada satu org Kristen, Ia mati di kayu salib."
4. Cinta adalah kunci pengampunan. Mengampuni memang berat, penuh
pengorbanan, tetapi cinta merupakan motivasi yg cukup kuat untuk menanggung
segala pengorbanan itu. Karena cinta-Nya, Tuhan mengampuni kita dengan penuh
pengorbanan pada pihak-Nya. Hanya jika hati kita dipenuhi dengan cinta, kita
dapat mengampuni dengan tidak menghitung-hitung. Petrus tidak perlu menanyakan:
"Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?", kalau ia mencintai
saudaranya itu. Cinta tidak menghitung-hi
tung.
Berapa kali anda sudah mengampuni anak-anak anda sejak bayi sampai sekarang?
pasti tak terhitung, anda tidak pernah merasa terlalu banyak atau terlalu
sering untuk itu. Mengapa? Karena anda mencintai mereka. Ajaran Kristen tentang
pengampunan tidak sekedar sebuah nasihat apalagi perintah. Ajaran Kristen
tentang pengampunan sebenarnya lebih merupakan undangan untuk masuk dalam
persekutuan cinta Allah, di mana tersedia pengampunan yang tidak
menghitung-hitung, di mana dosa kita maupun dosa orang lain tidak pernah merasa
terlalu besar.
5. Org Kristen, kata Paulus, tdk hidup mnurut budaya penghukuman, tetapi
"hidup menurut Roh" (Rm.8:9) Roh yg bgm? Roh yg memerdekakan, Roh yg
menghidupkan! Artinya, semangat Kristen adalah semangat membebaskan org, baik
dari perasaan berhak menghukum, maupun dari mentalitas terhukum. Tugas org
Kristen bukan menghukum org yg bersalah, tetapi mengampuni, menerima &
menolong mereka utk merasakan kemurahan Tuhan. Panggilan org Kristen terhadap
org yg jatuh dalam dosa bukanlah mengucilkan atau me
lecehkan mereka, tetapi menolong mereka utk dapat bangkit
kembali & memulihkan rasa percaya diri mereka. Misi Kristen bukanlah
memaklumkan bahwa orang-orang tertentu adalah terdakwa dihadapan Tuhan, tetapi
memberitakan bahwa mereka adlh anak-anak Allah yg layak dihargai &
menghargai hdp mereka sendiri. Jika gereja benar-benar dpt dirasakan sbg lingkungan yg mengampuni,
menghargai & merangkul setiap org maka, ebigut seorg berdosa masuk ke dalam gereja ia
akan merasa tidak kerasan lagi di dalam dosanya. Ia akan merasa terlalu bodoh
utk tetap tinggal didlm dosa. bahkan hdp dlm dosa jg menjadi tdk menarik.
6. Banyak kepercayaan menekankan kebesaran & kuasa
Tuhan. Bagi kita, Tuhan itu mahabesar & mahakuasa, tetapi terutama Ia
mahabaik. Ia menyelamatkan kita bukan dengan kebesaran-Nya (sebab Ia justru
menjadi manusia) dan bukan dengan kuasa-Nya (sebab Ia justru mati tak berdaya
di atas salib), tetapi dengan kebaikan-Nya (yg mengampuni orang berdosa &
menolong orang yg lemah). Injil adalah undangan untuk menikmati kebaikan Tuhan
itu. Orang yg percaya akan kebesaran & kuasa Tuhan tetapi kurang sadar akan kebaikan Tuhan bisa saja menjadi
orang yg sangat beragama tetapi belum tentu orang baik. Jangan heran kalau
banyak kejahatan justru berkaitan dengan orang-orang beragama. Kepercayaan akan
kebesaran & kuasa Tuhan bisa menjadi dasar untuk selalu membesarkan diri
& memupuk kekuasaan diri. Hasilnya adalah sikap hidup yang berbahaya bagi
orang lain. Karena itu tidak cukup hanya mengagumi kebesaran Allah dan mengakui
kuasa-Nya. Maka, "kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya", nikmatilah dan
sadarilah betapa baiknya Tuhan itu!
7. Kita tidak dapat mengatur panjang umur
kita, tetapi kita dapat mengatur lebar dan dalamnya. Kita tidak dapat mengatur
bentuk wajah kita, tetapi kita dapat mengatur ekspresinya. Kita tidak dapat mengatur
kebiasaan buruk yang mengganggu dari orang lain, tetapi kita dapat
mengendalikan kebiasaan kita sendiri. Kita tidak dapat jarak kepala kita dari
tanah, tetapi kita dapat mengatur tingginya ilmu yang kita masukkan ke
dalamnya. Allah menolong kita untuk mengatur segala sesuatu yang dapat kita
atur dan menyerahkan sisanya ke dalam tangan-Nya.
8. Iman Kristen bukanlah pertama-tama tentang bagaimana menguasai bahasa
Tuhan, tetapi bahwa Tuhan berbicara dalam bahasa kita. Ia hadir dalam situasi
kita, suka dan duka kita, segala keterbatasan kita, dalam hidup kita
sehari-hari. Iman Kristen bukanlah pertama-tama tentang bagaimana mengetahui
segala seluk-beluk Tuhan, melainkan kesadaran bahwa Tuhan mengetahui segala
seluk-beluk kita dan mengenal kita secara pribadi, peduli dengan nasib kita,
ikut bergumul dalam persoalan-persoalan. Iman Kristen bukanlah tentang metode
untuk naik ke sorga, melainkan pengharapan bahwa kerajaan sorga ada di
tengah-tengah kita (karena itulah kita berdoa 'datanglah Kerajaan-Mu.....').
9. Suatu ketika, para pegawai kekaisaran Cina pergi mencari Chuang Tzu,
filsuf Tao yang hidup menyendiri dan bebas sebagai orang miskin. Kaisar telah
mendengar bahwa Chuang Tzu sangat bijaksana dan ingin mengangkatnya sebagai
penasihat pengadilan di kekaisarannya. Sang kaisar menawarinya kehormatan,
kekayaan, atau hak istimewa. Chuang Tzu menjawab, "Lihatlah seekor
kura-kura. Menurutmu, apa yang lebih diutamakannya? Tetap hidup dan berguling
dalam lumpur, atau mati, karena diambil tempurungnya untuk disepuh dan digosok
menjadi kotak permata?" Para pegawai kaisar menjawab, "Lebih baik
tetap hidup." Sambil berlalu, Chuang Tzu berkata, "Baiklah, biarkan
saya berguling dalam lumpur".....
10. Seorang ayah memiliki 3 anak perempuan. Saat hari ulang
tahunnya, ia ingin memberi sesuatu yg berharga kepada satu di antara ketiga
anaknya. "Ayah akan memberikan jam tangan ini kepada salah seorang di
antara kalian. Ayah akan meletakkannya di lumbung padi yg penuh dgn jerami.
Siapa yg mendapatkan arloji, maka ia berhak memilikinya." Anak yg pertama
mencoba mencari dgn membolak-balik tumpukan jerami. Tetapi sampai tenaganya
habis, arloji itu tdk berhasil ditemukan. Anak yg kedua mencoba mencari dgn menggunakan lampu senter. Setiap
sudut ruangan dipelototinya. Tetapi hingga baterai lampu itu habis, arloji itu
tdk ditemukan. Anak yg ketiga masuk ke dalam lumbung. Tak berapa lama kemudian,
ia keluar dgn membawa arloji yg dimaksudkan. Melihat hal itu sang ayah
bertanya, "Bagaimana kamu dapat menemukan arloji itu dgn cepat?" Anak
itu menjawab, "Ayah, aku hanya duduk diam. Dalam keheningan aku mampu
mendengarkan suara detak arloji sehingga dgn mudah aku menemukannya."
11. Hanya karena Dia tidak menjawab bukan
berarti Dia tidak peduli. Beberapa karunia Allah yang terbesar adalah doa-doa
tak terjawab.
12. Di kerajaan Ts'u pernah tinggal seorg pemuda bernama
Jujur. Ayahnya mencuri seekor domba, jadi ia pergi & memberi tahu hakim, yg
memerintahkan agar org yg bersalah itu ditahan, & siap menjatuhkan vonis
atas dirinya. Si pemuda Jujur itu kemudian meminta diizinkan memikul hukuman
menggantikan ayahnya. Tepat sebelum diterapkan, ia berkata kepada sang pejabat:
"Waktu ayah saya mencuri seekor domba & saya melaporkan pencurian itu,
bukankah saya bersikap jujur? Waktu ayah saya hampir
dihukum, & saya menawarkan memikul hukuman itu, bukankah saya menghormati
ayah saya? Jika org yg jujur & mengasihi org tuanya bahkan dihukum, siapa
diseluruh kerajaan yg tdk akan dihukum?" Waktu sang hakim mendengar ini ia
pun membebaskan pemuda itu. Waktu Kong Hu Cu mendengar kisah ini, ia berkata :
"Aneh! Bahwa seorang bisa menjual nama baik ayahnya untuk mengharumkan
kejujurannya sendiri. Jika itu disebut kejujuran, lebih baik kita tidak jujur
saja." (Cerita Rakyat Cina).
13. Setiap agama memiliki bentuk-bentuk
doa. Kaum ateis pun memiliki cara untuk berdoa. Pada masa komunisme berjaya di
Rusia para pendukung partai memiliki suatu "pojokan merah", tempat
menaruh sebuah foto Lenin. Disitu tertulis, 'Jika kalian menghadapi kesulitan
dalam pekerjaan, atau tiba-tiba meragukan kemampuan kalian, ingatlah ia
-Stalin- dan kalian akan menemukan keyakinan yang kalian butuhkan. Jika kalian
merasa lelah sebelum waktunya, ingatlah ia -Stalin- dan kalian akan bekerja
dengan baik. Jika kalian hendak membuat keputusan yang tepat, ingatlah ia
-Stalin- dan kalian akan menemukannya
14. Istri yg teramat baik, siapa yg mendapatnya? Dia jauh lebih berharga
dari intan, permata cerlang. Kekuatan dipakainya, kemuliaan dipegang, tidak
ragu melangkah menuju ke masa depan. Jika dia berbicara; bijaksana dan cerdas.
Dia pun berkata penuh makna, lembut dan tenang, tetapi berwibawa dan cekatan bekerja,
rumah tangga bahagia, suami memuji mesra. Istri yg baik itulah mahkota yg
terindah. Yang tidak baik bagai penyakit membusukkan tulang. Paras yang cantik
hanya sesaat dan sia-sia. Tetapi istri yang taat pada Tuhan akan selalu
mendapat pujian...
15. Mungkin lbh baik iman yg berpengharapan & rendah hati, daripada yg
menjanjikan terlalu banyak. Ditahun 90an, seorang penyembuh iman dr amerika
menjadwalkan ibadah KKR dikamboja. Poster2 muncul menjanjikan penyembuhan &
pembebasan dr masalah apapun. Petani menjual sapi bahkan rumah mereka &
melakukan perjalanan ke phnom pehn utk menghadiri acara itu. Sebagai akibat
dari ranjau darat sisa perang vietnam, 1 dari 200 warga kamboja diamputasi
& banyak diantara mereka menghadiri
ibadah itu.
Ketika mereka tidak sembuh, kerusuhan pun pecah di stadion. Penginjil hrs
diselamatkan oleh pasukan helikopter, yg membawanya berlindung ke hotel. Ketika
org marah berhamburan keluar dari stadion & mengelilingi hotel, penyembuh
iman itu meninggalkan negeri tersebut & kemabli ke amerika. Dampak atas
kejadian, seorang pemimpin gereja di sana berkata "Hal ini telah membuat
kami mundur setidaknya 50 tahun. Kami mungkin tidak pernah bisa memulihkan
kredibilitas di sini" (akibat itu, kristen kamboja minoritas yg sulit
berkembang)
16. Berilah hamba-Mu hati yang faham......
17. Persahabatan menyatukan perasaan.
Kita senang bersama dan sedih bersama.
Persahabatan tumbuh dari keterbukaan dan rasa percaya.
Kita merasa dekat.
Kita saling mengagumi, tetapi kita berani berterus terang menegur kesalahan
masing-masing.
Kita saling menyukai, tetapi juga saling memarahi.
Kita saling membutuhkan, tetapi tidak saling
memanfaatkan.
Sahabat tidak membujuk, tetapi juga tidak menuntut.
Antara sahabat tidak ada iri dan dengki.
Keberhasilannya menjadi kebanggaanku, kegagalannya
menjadi kekecewaanku. Sahabat saling mau mendengarkan, menyelami dan mengerti.
Sahabat saling peduli.
Untuk bersahabat kita perlu berjiwa besar dan
berhati ikhlas.
Terhadap sahabat kita boleh mengeluarkan perasaan
sebagaimana adanya, tanpa pura-pura ramah dan memasang senyum buatan.
Persahabatan dipupuk oleh itikad dari kedua belah
pihak.
Dalam prsahabatan ada kedekatan.
Atau dengan kata-kata Amsal: "Seorang sahabat
menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"
(Ams. 17:17).
18. Kekerasan bisa trjadi atas nama agama krn slama ini pribadatan, cara
beragama atau keberagamaan kita salah. Keberagamaan kita umumnya
sangat
menekankan aspek ritual-seremonial. Ketika
aspek ritual ini
ditonjolkan, maka yg
diutamakn adalah symbol-simbol. Ketika yg diutamakn adalah symbol-simbol, maka
yg muncul adalah identitas kultural-primordialnya, bukan pada identitas
spritualnya. Ketika yg dikedepankan identitas kultural atau simbol2, maka yg
muncul kekerasan, & ketika yg muncul adalah kkerasan, maka agama hanya menjadi
beban bukan m
njadi berkah. Itu sebab, yg sangat
mndesak skrg ini utk dilakukan oleh agama2, baik sendiri2 maupn bersama-sama
adlh mnghidupkn ibadah sosial. Ibadah ritual tdk pnya makna apa2 ktika ibadah
sosial tdk dilakukan. Ibadah sosial hrslah mrupakan ekspresi dari ibadah
ritual. Itulah makna dari printah Yesus dlm Mat.22:37-40. Kita blm mengasihi
Tuhan Allah, kalau kita blm mngasihi sesama manusia. Artinya kasih kpd sesama manusia
yg dinyatakan dlm prjuangan mnegakkan harkat & martabat manusia adalah
bentuk yg paling benar dr kasih kpd Tuhan Allah.
19. Dalam 1 Raja-raja 19 : 9 - 18.....
Tuhan menyuruh nabi Elia mencari-Nya. Mula-mula ia mencari Tuhan di tengah
"angin besardan kuat yang membelah gunung dan memecahkan bukit-bukit
batu". Tetapi Tuhan tidak ada.
Ia juga mencari Tuhan "di dalam gempa dan di dalam api". Tuhan juga
tidak ada disitu.
Sesudah itu "datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa". Ternyata
disitulah Tuhan. Tuhan datang dalam bunyi yang hening dan halus.
Itulah sebabnya kita meneduhkan diri dan beribadah.
20. Memaafkan tidak identik dengan melupakan kesalahan orang lain. Memaafkan
justru melampauinya. Memaafkan adalah keberanian untuk mengakui kesalahan diri
dan kesalahan orang lain, menjadikannya sebagai sejarah pengalaman hidup untuk
menguji konsistensi fitrah ilahi dalam diri maupun komunitas. Dalam arti itu,
pemaafan yang tulus tidak memberi ruang bagi kemunafikan. Memaafkan orang lain
atas kesalahan yang mereka lakukan adalah menerima kemanusiaan orang lain,
sebagaimana kita menerima kemanusiaan diri sendiri. Memaafkan adalah membuka
kedua tangan untuk merangkul orang lain dengan seluruh keberlainan mereka.
Seperti bunyi sebuah doa permohonan kepada Tuhan "Dan ampunilah kami akan
kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada
kami".
21. Doa yg rasional bersifat realitis. Ia menyadari bahwa doa tidak selalu
dapat terkabul. Ia menyadari bahwa terkabulnya doa bukan tergantung dari faktor
orang yg berdoa, melainkan sepenuhnya tergantung dari wewenang Allah.
Karena itu doanya tdk mendesak-desak, melainkan tenang & pasrah.
22. sorga bukan perkara siapa layak & siapa tidak. sorga adalah perkara
rahmat. Dan rahmat Tuhan tersedia bagi tiap orang, entah dia beragama atau
tidak.
23. Raja Filipus II (382-336 SM) dari Makedonia, berencana menaklukkan Kota
Sparta atau Lakonia.
Raja Filipus mengirim surat ancaman kepada penguasa Sparta. Bunyi surat itu
demikian, “Jika kalian tidak menyerah, aku akan menyerbu negeri kalian. Dan
jika aku menyerbu, aku akan merampok dan membakar segala sesuatu yang kalian
cintai. Jika aku berbaris masuk ke dalam Lakonia, aku akan membumi-ratakan kota
besarmu.” Dalam beberapa hari, Filipus menerima surat balasan dari Sparta. Saat
surat itu dibaca, ia hanya menemukan satu kata yang tertulis.
Kata itu adalah “JIKA.”
24. Jika orang marah, kita balas marah, orang menghina, kita balas menghina,
ternyata diri kita hanya sekedar peniru keburukan saja.
Karena itu, Kendalikan hatimu. Karena 'hati' lah yang dapat mengendalikan
apapun yang akan kamu perbuat.
25. Dengarlah seruan optimis dari seorang pengarang yang sedang menangis di
antara puing reruntuhan Bait Allah yang hancur pada suatu hari di Yerusalem,
tahun 587 SM...... "Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku
berharap kepada-Nya" (Rat. 3:24).
26. Ada banyak perbedaan antara agama kita dengan agama-agama lain dan
perbedaan itu tidak ditutupi, melainkan justru dibuka namun dengan penuh
respek. Perbedaan itu dihargai. kita menyadari bahwa Allah yang selama ini
hanya kita lihat dari satu perspektif saja ternyata juga bisa dilihat dari
perspektif agama lain. Kita saling menghormati perspektif masing-masing agama
dan dengan rendah hati mengakui bahwa semua agama berdiri sama tinggi dan sama
rendah di hadapan Allah. Hasilnya
bukan sekedar
kerukunan, melainkan saling memberi dan saling menerima untuk memperkaya
penghayatan spritual masing-masing.
Saling memberi dan saling menerima itu tampak dalam
cerita Abraham.
Abraham ditugaskan untuk memberi berkat. Sabda
Allah ".....engkau akan menjadi berkat" (Kej. 12;2). Tetapi ketika
Abraham bertemu dengan Melkisedek, seorang raja dan imam berbangsa dan beragama
Kanaan, ternyata Abraham menerima berkat darinya. (LIhat Kej. 14 : 17 - 24)
Sesuai dengan agama yang dianutnya, Melkisedek memberkati dalam nama El Elyon
(Terj. LAI : Allah yang Maha Tinggi), padahal Abraham beribadah kepada Yahweh
(Terj. LAI : TUHAN). Lalu penyusun perikop ini pada ayat 22 menempelkan kedua
nama itu menjadi Yahweh El Elyon (Terj. LAI : TUHAN, Allah yang Maha Tinggi)
untuk memperlihatkan bahwa kedua nama itu menunjuk kepada Allah yang sama.
27. kamu sdh berpendapat tdk mau mnjadi perokok. Motivasimu jelas: merokok
merugikan kesehatan. Itu prinsipmu. Lalu kamu berada di tengah2 kawanmu yg sdg
merokok. Kamu menolak ajakan mereka. Dan mereka mengejek: Ah, pengecut, kuno!
Pada saat itu kepribadianmu sedang diuji. Menyerah? Masakan kamu mengorbankan
kepribadianmu hanya krn takut disebut kuno atau pengecut. Kalau kamu menolak,
mungkin kamu akan kehilangan kawan, tetapi kalau menyerah kamu akan kehilangan
kepribadian. Mana
yg lbh susah dicari? Sbg seorg
remaja kamu skg sdg mempunyai proyek yg sangat penting: kamu sdg membangun masa
depanmu. Apa hubungan masa dpn dgn kawan2 skg? Erat sekali. Keterhisaban dgn
kawan2 bisa menguatkan proyek pembangunan masa depan itu. Atau sebaliknya:
Merusakkan. Kawan2 berfungsi sbg teladan peran yg positif atau yg negatif.
Teladan atau pengaruh yg skg kamu terima itu akan mewarnai masa depanmu. Krn
masa depan bukanlah apa yg akan kita hadapi nanti, melainkan apa yg sedang kita
ciptakan sekarang.
28. “Anakmu sebenarnya bukan milikmu.Mereka adalah anak Sang Hidup yang
mendambakan hidup mereka sendiri.
Mereka memang datang melalui kamu, tetapi mereka bukanlah milikmu. Engkau bisa
memberi kasih sayang, tapi engkau tidak bisa memberikan pendirianmu, sebab
mereka memiliki pendirian sendiri.
Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
sebab jiwa mereka ada di masa depan yang tidak bisa engkau capai sekalipun
dalam mimpi…
Engkau adalah busur dari
mana bagai anak panah,
kehidupan anakmu melesat ke masa depan.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya, hingga anak panah itu melesat, jauh serta
cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan
Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.”
29. Hidup adalah mewaris; mewarisi dan
mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi lampau dan mewariskan banyak
pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: apa
yang kita warisi dan apa yang kita wariskan? Warisan hidup terdiri atas:
nilai-nilai hidup, pegangan hidup, makna hidup, misi serta visi hidup dan
lainnya. Isi warisan hidup kita begitu banyak. Masakan kita tahu apa yang kita
warisi dan tidak peduli akan apa yang kita wariskan?
30. Hidup akan menjadi lebih baik kalau kita memandangnya dari segi yang
baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Seperti yang
ditulis Paulus, "........ kami memikirkan yang baik, bukan hanya dihadapan
Tuhan, tetapi juga dihadapan manusia" (2 Kor. 8:21). Dampak berpikir baik
seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa
dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia
menjadi ramah. Hidup menjadi indah.
31. Sungguh arogan bila kita merasa mempunyai hikmat atau akal budi bijak
tentang Allah. Allah adalah misteri sehingga tidak ada hikmat manusia yang
dapat mengukur penilaian Allah. Semakin mendalam kita berteologi, semakin kita
akui bahwa pengetahuan kita tentang Allah merupakan hanya satu perspektif
diantara sekian banyak perspektif lain. Leo Lefebure menulis bahwa teologi
semua agama adalah docta ignorant, yaitu ketidaktahuan yang merasa tahu.
32. Apa motivasi Tuhan mengampuni kita?
Bukan kepentingannya sendiri, tetapi tidak lain adalah karena cinta-Nya kepada
kita. Cinta adalah kunci pengampunan.
Mengampuni memang berat, penuh pengorbanan, tetapi cinta merupakan motivasi
yang cukup kuat untuk menanggung segala pengorbanan itu.
Karena cinta-Nya Tuhan mengampuni kita dengan penuh pengorbanan pada pihak-Nya.
Hanya jika hati kita dipenuhi dengan cinta, kita dapat mengampuni dengan tidak
menghitung-hitung.
Petrus tidak perlu menanyakan : "Berapa kali
harus mengampuni saudaraku?", kalau ia mencintai saudaranya itu.
Cinta tidak menghitung-hitung.
Berapa kali anda sudah mengampuni anak-anak anda
sejak bayi sampai sekarang? Pasti tak terhitung, dan anda tidak pernah merasa
terlalu banyak atau terlalu sering untuk itu.
Mengapa? Karena anda mencintai mereka.
Ajaran Kristen tentang pengampunan tidak sekedar
sebuah nasihat, apalagi perintah. Ajaran Kristen tentang pengampunan sebenarnya
lebih merupakan undangan untuk masuk dalam persekutuan cinta Allah, di mana
tersedia pengampunan yang tidak menghitung-hitung, di mana dosa kita maupun
dosa orang lain tidak pernah terasa terlalu besar.