Kamis, 18 Juni 2015

32 Kutipan Kata Mutiara Kristen




32 KATA MUTIARA KRISTEN



1. Dalam Dasa Titah terdapat perintah: "Hormatilah ayahmu & ibumu..." (Kel.20:12). Perintah ini bukan ditujukan kpd anak yg masih kecil melainkan kpd anak yg sdh dewasa, sebab Dasa Titah dialamatkan kpd org dewasa. Jadi, ayah & ibu di sini adalah ayah dan ibu yg sudah werda/lansia. Kata hormatilah (Ibr. Kabeed = menilai berat seperti dlm timbangan, menilai tinggi seperti dlm harga) di sini berarti mencukupkan kebutuhan para lansia. Perhatikan pula ayat ini: ".... engkau harus menaruh hormat (Ibr.: hadar = taat, respek) kepada org yg tua & engkau harus takut (Ibr. : yare = takwa, respek) akan Allah-mu" (Im. 19:32). Perhatikan betapa gamblangnya ayat ini. Di sini lansia di sejajarkan dgn Allah. Respek kepada lansia sama dengan respek kepada Tuhan. Cuek kpd lansia sama dengan cuek kepada Tuhan. Apakah ayat ini masih kurang gamblang?

2. Kristus berkata ".... kamu akan menjadi saksi-Ku ... " (Kis.1:8). Kita ditunjuk untuk bersaksi tentang siapa Kristus dan apa yang telah diperbuat-Nya. Tetapi bersaksi tidak selalu sama dengan berbicara. Bersaksi terjadi melalui kiprah hidup kita sehari-hari. Kiprah sebenarnya berarti gerakan tarian cepat namun dengan perhitungan yang cermat dan tepat. Berkiprah berarti melakukan kegiatan dengan gesit namun dengan berhati-hati dan bersungguh-sungguh. Mungkin sifat-sifat itu yang dimaksud dalam ucapan Kristus, "... Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" (Mat. 10:16). Selamat berkiprah........

3. Dlm Matius 5:39 Yesus berkata "....siapa pun yg menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu". Dalam masyarakat Israel pada zaman Yesus, perselisihan antara dua org seringkali dilakukan di depan umum. Di depan banyak org si A boleh memaki lawannya secara habis2an. Dalam gaya bahasa Yahudi itu disebut "menampar pipi". Sesudah itu, lawannya mempunyai hak utk membalas dgn mencaci maki pula. Dlm gaya bahasa Yahudi itu disebut "membalas menampar". Lalu dlm hubungan ini Yesus berkata "...siapa pun yg menampar pipi kananmu, berilah jg kepadanya pipi kirimu"" Arti ucapan Yesus ini adalah relakanlah hak kita digunakan org lain atau korbankanlah hak kita demi mengutamakan hak org lain. Bahkan dalam hal hak membalas kejahatan, lepaskanlah hak itu dan jangan gunakan hak itu. Kita perlu membela diri dari kejahatan, namun kita tidak usah membalasnya.

3. Perbuatan mengasihi dpt dilakukan semua org sebab perbuatan itu sendiri tdk bersifat khas Kristen. Perbuatan mengasihi itu menjadi Kristiani jika kita melakukannya dgn motivasi bhw Yesus pun telah mengasihi kita. Ia berkata, "...supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu"(Yoh.15:12). Demikian jg halnya dgn perbuatan mengampuni. Perbuatan mengampuni bisa dilakukan oleh semua org, namun perbuatan itu menjadi Kristiani bila didasarkan pd pengakuan bhw kesalahan kita yg lebih besar sdh diampuni oleh Tuhan sehingga kita pun patut mengampuni org lain yg bersalah pd kita. Org Kristen atau lembaga Kristen menyandang nama Yesus Kristus & nama itu sungguh luhur. Nama itu adlh nama Yesus, orang biasa yg hidup sbg Allah & Allah yg hidup sbg org biasa. Menyandang nama yang begitu luhur berarti tanggung jawab untuk berperilaku sesuai dengan keluruhan nama itu. Menyandang sebutan Kristen tdk mudah. Itu sebabnya filsuf Friedrich Nietzche berkata, "Hanya ada satu org Kristen, Ia mati di kayu salib."

4. Cinta adalah kunci pengampunan. Mengampuni memang berat, penuh pengorbanan, tetapi cinta merupakan motivasi yg cukup kuat untuk menanggung segala pengorbanan itu. Karena cinta-Nya, Tuhan mengampuni kita dengan penuh pengorbanan pada pihak-Nya. Hanya jika hati kita dipenuhi dengan cinta, kita dapat mengampuni dengan tidak menghitung-hitung. Petrus tidak perlu menanyakan: "Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?", kalau ia mencintai saudaranya itu. Cinta tidak menghitung-hitung. Berapa kali anda sudah mengampuni anak-anak anda sejak bayi sampai sekarang? pasti tak terhitung, anda tidak pernah merasa terlalu banyak atau terlalu sering untuk itu. Mengapa? Karena anda mencintai mereka. Ajaran Kristen tentang pengampunan tidak sekedar sebuah nasihat apalagi perintah. Ajaran Kristen tentang pengampunan sebenarnya lebih merupakan undangan untuk masuk dalam persekutuan cinta Allah, di mana tersedia pengampunan yang tidak menghitung-hitung, di mana dosa kita maupun dosa orang lain tidak pernah merasa terlalu besar.

5. Org Kristen, kata Paulus, tdk hidup mnurut budaya penghukuman, tetapi "hidup menurut Roh" (Rm.8:9) Roh yg bgm? Roh yg memerdekakan, Roh yg menghidupkan! Artinya, semangat Kristen adalah semangat membebaskan org, baik dari perasaan berhak menghukum, maupun dari mentalitas terhukum. Tugas org Kristen bukan menghukum org yg bersalah, tetapi mengampuni, menerima & menolong mereka utk merasakan kemurahan Tuhan. Panggilan org Kristen terhadap org yg jatuh dalam dosa bukanlah mengucilkan atau melecehkan mereka, tetapi menolong mereka utk dapat bangkit kembali & memulihkan rasa percaya diri mereka. Misi Kristen bukanlah memaklumkan bahwa orang-orang tertentu adalah terdakwa dihadapan Tuhan, tetapi memberitakan bahwa mereka adlh anak-anak Allah yg layak dihargai & menghargai hdp mereka sendiri. Jika gereja benar-benar  dpt dirasakan sbg lingkungan yg mengampuni, menghargai & merangkul setiap org maka,  ebigut seorg berdosa masuk ke dalam gereja ia akan merasa tidak kerasan lagi di dalam dosanya. Ia akan merasa terlalu bodoh utk tetap tinggal didlm dosa. bahkan hdp dlm dosa jg menjadi tdk menarik.

6. Banyak kepercayaan menekankan kebesaran & kuasa Tuhan. Bagi kita, Tuhan itu mahabesar & mahakuasa, tetapi terutama Ia mahabaik. Ia menyelamatkan kita bukan dengan kebesaran-Nya (sebab Ia justru menjadi manusia) dan bukan dengan kuasa-Nya (sebab Ia justru mati tak berdaya di atas salib), tetapi dengan kebaikan-Nya (yg mengampuni orang berdosa & menolong orang yg lemah). Injil adalah undangan untuk menikmati kebaikan Tuhan itu. Orang yg percaya akan kebesaran & kuasa Tuhan tetapi kurang sadar akan kebaikan Tuhan bisa saja menjadi orang yg sangat beragama tetapi belum tentu orang baik. Jangan heran kalau banyak kejahatan justru berkaitan dengan orang-orang beragama. Kepercayaan akan kebesaran & kuasa Tuhan bisa menjadi dasar untuk selalu membesarkan diri & memupuk kekuasaan diri. Hasilnya adalah sikap hidup yang berbahaya bagi orang lain. Karena itu tidak cukup hanya mengagumi kebesaran Allah dan mengakui kuasa-Nya. Maka, "kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya", nikmatilah dan sadarilah betapa baiknya Tuhan itu!

7. Kita tidak dapat mengatur panjang umur kita, tetapi kita dapat mengatur lebar dan dalamnya. Kita tidak dapat mengatur bentuk wajah kita, tetapi kita dapat mengatur ekspresinya. Kita tidak dapat mengatur kebiasaan buruk yang mengganggu dari orang lain, tetapi kita dapat mengendalikan kebiasaan kita sendiri. Kita tidak dapat jarak kepala kita dari tanah, tetapi kita dapat mengatur tingginya ilmu yang kita masukkan ke dalamnya. Allah menolong kita untuk mengatur segala sesuatu yang dapat kita atur dan menyerahkan sisanya ke dalam tangan-Nya.

8. Iman Kristen bukanlah pertama-tama tentang bagaimana menguasai bahasa Tuhan, tetapi bahwa Tuhan berbicara dalam bahasa kita. Ia hadir dalam situasi kita, suka dan duka kita, segala keterbatasan kita, dalam hidup kita sehari-hari. Iman Kristen bukanlah pertama-tama tentang bagaimana mengetahui segala seluk-beluk Tuhan, melainkan kesadaran bahwa Tuhan mengetahui segala seluk-beluk kita dan mengenal kita secara pribadi, peduli dengan nasib kita, ikut bergumul dalam persoalan-persoalan. Iman Kristen bukanlah tentang metode untuk naik ke sorga, melainkan pengharapan bahwa kerajaan sorga ada di tengah-tengah kita (karena itulah kita berdoa 'datanglah Kerajaan-Mu.....').

9. Suatu ketika, para pegawai kekaisaran Cina pergi mencari Chuang Tzu, filsuf Tao yang hidup menyendiri dan bebas sebagai orang miskin. Kaisar telah mendengar bahwa Chuang Tzu sangat bijaksana dan ingin mengangkatnya sebagai penasihat pengadilan di kekaisarannya. Sang kaisar menawarinya kehormatan, kekayaan, atau hak istimewa. Chuang Tzu menjawab, "Lihatlah seekor kura-kura. Menurutmu, apa yang lebih diutamakannya? Tetap hidup dan berguling dalam lumpur, atau mati, karena diambil tempurungnya untuk disepuh dan digosok menjadi kotak permata?" Para pegawai kaisar menjawab, "Lebih baik tetap hidup." Sambil berlalu, Chuang Tzu berkata, "Baiklah, biarkan saya berguling dalam lumpur".....

10. Seorang ayah memiliki 3 anak perempuan. Saat hari ulang tahunnya, ia ingin memberi sesuatu yg berharga kepada satu di antara ketiga anaknya. "Ayah akan memberikan jam tangan ini kepada salah seorang di antara kalian. Ayah akan meletakkannya di lumbung padi yg penuh dgn jerami. Siapa yg mendapatkan arloji, maka ia berhak memilikinya." Anak yg pertama mencoba mencari dgn membolak-balik tumpukan jerami. Tetapi sampai tenaganya habis, arloji itu tdk berhasil ditemukan. Anak yg kedua mencoba mencari dgn menggunakan lampu senter. Setiap sudut ruangan dipelototinya. Tetapi hingga baterai lampu itu habis, arloji itu tdk ditemukan. Anak yg ketiga masuk ke dalam lumbung. Tak berapa lama kemudian, ia keluar dgn membawa arloji yg dimaksudkan. Melihat hal itu sang ayah bertanya, "Bagaimana kamu dapat menemukan arloji itu dgn cepat?" Anak itu menjawab, "Ayah, aku hanya duduk diam. Dalam keheningan aku mampu mendengarkan suara detak arloji sehingga dgn mudah aku menemukannya."

11. Hanya karena Dia tidak menjawab bukan berarti Dia tidak peduli. Beberapa karunia Allah yang terbesar adalah doa-doa tak terjawab.

12. Di kerajaan Ts'u pernah tinggal seorg pemuda bernama Jujur. Ayahnya mencuri seekor domba, jadi ia pergi & memberi tahu hakim, yg memerintahkan agar org yg bersalah itu ditahan, & siap menjatuhkan vonis atas dirinya. Si pemuda Jujur itu kemudian meminta diizinkan memikul hukuman menggantikan ayahnya. Tepat sebelum diterapkan, ia berkata kepada sang pejabat: "Waktu ayah saya mencuri seekor domba & saya melaporkan pencurian itu, bukankah saya bersikap jujur? Waktu ayah saya hampir dihukum, & saya menawarkan memikul hukuman itu, bukankah saya menghormati ayah saya? Jika org yg jujur & mengasihi org tuanya bahkan dihukum, siapa diseluruh kerajaan yg tdk akan dihukum?" Waktu sang hakim mendengar ini ia pun membebaskan pemuda itu. Waktu Kong Hu Cu mendengar kisah ini, ia berkata : "Aneh! Bahwa seorang bisa menjual nama baik ayahnya untuk mengharumkan kejujurannya sendiri. Jika itu disebut kejujuran, lebih baik kita tidak jujur saja." (Cerita Rakyat Cina).

13. Setiap agama memiliki bentuk-bentuk doa. Kaum ateis pun memiliki cara untuk berdoa. Pada masa komunisme berjaya di Rusia para pendukung partai memiliki suatu "pojokan merah", tempat menaruh sebuah foto Lenin. Disitu tertulis, 'Jika kalian menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, atau tiba-tiba meragukan kemampuan kalian, ingatlah ia -Stalin- dan kalian akan menemukan keyakinan yang kalian butuhkan. Jika kalian merasa lelah sebelum waktunya, ingatlah ia -Stalin- dan kalian akan bekerja dengan baik. Jika kalian hendak membuat keputusan yang tepat, ingatlah ia -Stalin- dan kalian akan menemukannya

14. Istri yg teramat baik, siapa yg mendapatnya? Dia jauh lebih berharga dari intan, permata cerlang. Kekuatan dipakainya, kemuliaan dipegang, tidak ragu melangkah menuju ke masa depan. Jika dia berbicara; bijaksana dan cerdas. Dia pun berkata penuh makna, lembut dan tenang, tetapi berwibawa dan cekatan bekerja, rumah tangga bahagia, suami memuji mesra. Istri yg baik itulah mahkota yg terindah. Yang tidak baik bagai penyakit membusukkan tulang. Paras yang cantik hanya sesaat dan sia-sia. Tetapi istri yang taat pada Tuhan akan selalu mendapat pujian...

15. Mungkin lbh baik iman yg berpengharapan & rendah hati, daripada yg menjanjikan terlalu banyak. Ditahun 90an, seorang penyembuh iman dr amerika menjadwalkan ibadah KKR dikamboja. Poster2 muncul menjanjikan penyembuhan & pembebasan dr masalah apapun. Petani menjual sapi bahkan rumah mereka & melakukan perjalanan ke phnom pehn utk menghadiri acara itu. Sebagai akibat dari ranjau darat sisa perang vietnam, 1 dari 200 warga kamboja diamputasi & banyak diantara mereka menghadiri ibadah itu. Ketika mereka tidak sembuh, kerusuhan pun pecah di stadion. Penginjil hrs diselamatkan oleh pasukan helikopter, yg membawanya berlindung ke hotel. Ketika org marah berhamburan keluar dari stadion & mengelilingi hotel, penyembuh iman itu meninggalkan negeri tersebut & kemabli ke amerika. Dampak atas kejadian, seorang pemimpin gereja di sana berkata "Hal ini telah membuat kami mundur setidaknya 50 tahun. Kami mungkin tidak pernah bisa memulihkan kredibilitas di sini" (akibat itu, kristen kamboja minoritas yg sulit berkembang)

16. Berilah hamba-Mu hati yang faham......

17. Persahabatan menyatukan perasaan.
Kita senang bersama dan sedih bersama.
Persahabatan tumbuh dari keterbukaan dan rasa percaya.
Kita merasa dekat.
Kita saling mengagumi, tetapi kita berani berterus terang menegur kesalahan masing-masing.
Kita saling menyukai, tetapi juga saling memarahi.
Kita saling membutuhkan, tetapi tidak saling memanfaatkan.
Sahabat tidak membujuk, tetapi juga tidak menuntut.
Antara sahabat tidak ada iri dan dengki.
Keberhasilannya menjadi kebanggaanku, kegagalannya menjadi kekecewaanku. Sahabat saling mau mendengarkan, menyelami dan mengerti.
Sahabat saling peduli.
Untuk bersahabat kita perlu berjiwa besar dan berhati ikhlas.
Terhadap sahabat kita boleh mengeluarkan perasaan sebagaimana adanya, tanpa pura-pura ramah dan memasang senyum buatan.
Persahabatan dipupuk oleh itikad dari kedua belah pihak.
Dalam prsahabatan ada kedekatan.
Atau dengan kata-kata Amsal: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Ams. 17:17).  

18. Kekerasan bisa trjadi atas nama agama krn slama ini pribadatan, cara beragama atau keberagamaan kita salah. Keberagamaan kita umumnya  sangat  menekankan aspek ritual-seremonial. Ketika aspek ritual ini  ditonjolkan, maka yg diutamakn adalah symbol-simbol. Ketika yg diutamakn adalah symbol-simbol, maka yg muncul adalah identitas kultural-primordialnya, bukan pada identitas spritualnya. Ketika yg dikedepankan identitas kultural atau simbol2, maka yg muncul kekerasan, & ketika yg muncul adalah kkerasan, maka agama hanya menjadi beban bukan mnjadi berkah. Itu sebab, yg sangat mndesak skrg ini utk dilakukan oleh agama2, baik sendiri2 maupn bersama-sama adlh mnghidupkn ibadah sosial. Ibadah ritual tdk pnya makna apa2 ktika ibadah sosial tdk dilakukan. Ibadah sosial hrslah mrupakan ekspresi dari ibadah ritual. Itulah makna dari printah Yesus dlm Mat.22:37-40. Kita blm mengasihi Tuhan Allah, kalau kita blm mngasihi sesama manusia. Artinya kasih kpd sesama manusia yg dinyatakan dlm prjuangan mnegakkan harkat & martabat manusia adalah bentuk yg paling benar dr kasih kpd Tuhan Allah.  

19. Dalam 1 Raja-raja 19 : 9 - 18..... Tuhan menyuruh nabi Elia mencari-Nya. Mula-mula ia mencari Tuhan di tengah "angin besardan kuat yang membelah gunung dan memecahkan bukit-bukit batu". Tetapi Tuhan tidak ada.
Ia juga mencari Tuhan "di dalam gempa dan di dalam api". Tuhan juga tidak ada disitu.
Sesudah itu "datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa". Ternyata disitulah Tuhan. Tuhan datang dalam bunyi yang hening dan halus.
Itulah sebabnya kita meneduhkan diri dan beribadah.

20. Memaafkan tidak identik dengan melupakan kesalahan orang lain. Memaafkan justru melampauinya. Memaafkan adalah keberanian untuk mengakui kesalahan diri dan kesalahan orang lain, menjadikannya sebagai sejarah pengalaman hidup untuk menguji konsistensi fitrah ilahi dalam diri maupun komunitas. Dalam arti itu, pemaafan yang tulus tidak memberi ruang bagi kemunafikan. Memaafkan orang lain atas kesalahan yang mereka lakukan adalah menerima kemanusiaan orang lain, sebagaimana kita menerima kemanusiaan diri sendiri. Memaafkan adalah membuka kedua tangan untuk merangkul orang lain dengan seluruh keberlainan mereka. Seperti bunyi sebuah doa permohonan kepada Tuhan "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami".

21. Doa yg rasional bersifat realitis. Ia menyadari bahwa doa tidak selalu dapat terkabul. Ia menyadari bahwa terkabulnya doa bukan tergantung dari faktor orang yg berdoa, melainkan sepenuhnya tergantung dari wewenang Allah.
Karena itu doanya tdk mendesak-desak, melainkan tenang & pasrah.

22. sorga bukan perkara siapa layak & siapa tidak. sorga adalah perkara rahmat. Dan rahmat Tuhan tersedia bagi tiap orang, entah dia beragama atau tidak.

23. Raja Filipus II (382-336 SM) dari Makedonia, berencana menaklukkan Kota Sparta atau Lakonia.
Raja Filipus mengirim surat ancaman kepada penguasa Sparta. Bunyi surat itu demikian, “Jika kalian tidak menyerah, aku akan menyerbu negeri kalian. Dan jika aku menyerbu, aku akan merampok dan membakar segala sesuatu yang kalian cintai. Jika aku berbaris masuk ke dalam Lakonia, aku akan membumi-ratakan kota besarmu.” Dalam beberapa hari, Filipus menerima surat balasan dari Sparta. Saat surat itu dibaca, ia hanya menemukan satu kata yang tertulis.
Kata itu adalah “JIKA.”

24. Jika orang marah, kita balas marah, orang menghina, kita balas menghina, ternyata diri kita hanya sekedar peniru keburukan saja.
Karena itu, Kendalikan hatimu. Karena 'hati' lah yang dapat mengendalikan apapun yang akan kamu perbuat.

25. Dengarlah seruan optimis dari seorang pengarang yang sedang menangis di antara puing reruntuhan Bait Allah yang hancur pada suatu hari di Yerusalem, tahun 587 SM...... "Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya" (Rat. 3:24).

26. Ada banyak perbedaan antara agama kita dengan agama-agama lain dan perbedaan itu tidak ditutupi, melainkan justru dibuka namun dengan penuh respek. Perbedaan itu dihargai. kita menyadari bahwa Allah yang selama ini hanya kita lihat dari satu perspektif saja ternyata juga bisa dilihat dari perspektif agama lain. Kita saling menghormati perspektif masing-masing agama dan dengan rendah hati mengakui bahwa semua agama berdiri sama tinggi dan sama rendah di hadapan Allah. Hasilnya bukan sekedar kerukunan, melainkan saling memberi dan saling menerima untuk memperkaya penghayatan spritual masing-masing.
Saling memberi dan saling menerima itu tampak dalam cerita Abraham.
Abraham ditugaskan untuk memberi berkat. Sabda Allah ".....engkau akan menjadi berkat" (Kej. 12;2). Tetapi ketika Abraham bertemu dengan Melkisedek, seorang raja dan imam berbangsa dan beragama Kanaan, ternyata Abraham menerima berkat darinya. (LIhat Kej. 14 : 17 - 24) Sesuai dengan agama yang dianutnya, Melkisedek memberkati dalam nama El Elyon (Terj. LAI : Allah yang Maha Tinggi), padahal Abraham beribadah kepada Yahweh (Terj. LAI : TUHAN). Lalu penyusun perikop ini pada ayat 22 menempelkan kedua nama itu menjadi Yahweh El Elyon (Terj. LAI : TUHAN, Allah yang Maha Tinggi) untuk memperlihatkan bahwa kedua nama itu menunjuk kepada Allah yang sama.

27. kamu sdh berpendapat tdk mau mnjadi perokok. Motivasimu jelas: merokok merugikan kesehatan. Itu prinsipmu. Lalu kamu berada di tengah2 kawanmu yg sdg merokok. Kamu menolak ajakan mereka. Dan mereka mengejek: Ah, pengecut, kuno! Pada saat itu kepribadianmu sedang diuji. Menyerah? Masakan kamu mengorbankan kepribadianmu hanya krn takut disebut kuno atau pengecut. Kalau kamu menolak, mungkin kamu akan kehilangan kawan, tetapi kalau menyerah kamu akan kehilangan kepribadian. Mana yg lbh susah dicari? Sbg seorg remaja kamu skg sdg mempunyai proyek yg sangat penting: kamu sdg membangun masa depanmu. Apa hubungan masa dpn dgn kawan2 skg? Erat sekali. Keterhisaban dgn kawan2 bisa menguatkan proyek pembangunan masa depan itu. Atau sebaliknya: Merusakkan. Kawan2 berfungsi sbg teladan peran yg positif atau yg negatif. Teladan atau pengaruh yg skg kamu terima itu akan mewarnai masa depanmu. Krn masa depan bukanlah apa yg akan kita hadapi nanti, melainkan apa yg sedang kita ciptakan sekarang.

28. “Anakmu sebenarnya bukan milikmu.Mereka adalah anak Sang Hidup yang mendambakan hidup mereka sendiri.
Mereka memang datang melalui kamu, tetapi mereka bukanlah milikmu. Engkau bisa memberi kasih sayang, tapi engkau tidak bisa memberikan pendirianmu, sebab mereka memiliki pendirian sendiri.
Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak untuk jiwanya, sebab jiwa mereka ada di masa depan yang tidak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi…
Engkau adalah busur dari mana bagai anak panah, kehidupan anakmu melesat ke masa depan.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian. Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya, hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.”

29. Hidup adalah mewaris; mewarisi dan mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi lampau dan mewariskan banyak pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: apa yang kita warisi dan apa yang kita wariskan? Warisan hidup terdiri atas: nilai-nilai hidup, pegangan hidup, makna hidup, misi serta visi hidup dan lainnya. Isi warisan hidup kita begitu banyak. Masakan kita tahu apa yang kita warisi dan tidak peduli akan apa yang kita wariskan?

30. Hidup akan menjadi lebih baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Seperti yang ditulis Paulus, "........ kami memikirkan yang baik, bukan hanya dihadapan Tuhan, tetapi juga dihadapan manusia" (2 Kor. 8:21). Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.

31. Sungguh arogan bila kita merasa mempunyai hikmat atau akal budi bijak tentang Allah. Allah adalah misteri sehingga tidak ada hikmat manusia yang dapat mengukur penilaian Allah. Semakin mendalam kita berteologi, semakin kita akui bahwa pengetahuan kita tentang Allah merupakan hanya satu perspektif diantara sekian banyak perspektif lain. Leo Lefebure menulis bahwa teologi semua agama adalah docta ignorant, yaitu ketidaktahuan yang merasa tahu.

32. Apa motivasi Tuhan mengampuni kita?
Bukan kepentingannya sendiri, tetapi tidak lain adalah karena cinta-Nya kepada kita. Cinta adalah kunci pengampunan.
Mengampuni memang berat, penuh pengorbanan, tetapi cinta merupakan motivasi yang cukup kuat untuk menanggung segala pengorbanan itu.
Karena cinta-Nya Tuhan mengampuni kita dengan penuh pengorbanan pada pihak-Nya.
Hanya jika hati kita dipenuhi dengan cinta, kita dapat mengampuni dengan tidak menghitung-hitung.
Petrus tidak perlu menanyakan : "Berapa kali harus mengampuni saudaraku?", kalau ia mencintai saudaranya itu.
Cinta tidak menghitung-hitung.
Berapa kali anda sudah mengampuni anak-anak anda sejak bayi sampai sekarang? Pasti tak terhitung, dan anda tidak pernah merasa terlalu banyak atau terlalu sering untuk itu.
Mengapa? Karena anda mencintai mereka.
Ajaran Kristen tentang pengampunan tidak sekedar sebuah nasihat, apalagi perintah. Ajaran Kristen tentang pengampunan sebenarnya lebih merupakan undangan untuk masuk dalam persekutuan cinta Allah, di mana tersedia pengampunan yang tidak menghitung-hitung, di mana dosa kita maupun dosa orang lain tidak pernah terasa terlalu besar.



98 Fak. Teologi UKIT Tomohon (Renungan)





 DARI PARADISE KE EDEN 

(Untuk Teman-Teman Angkatan 98 Fak. Teol. UKIT Tomohon) 

Editor buku  renungan ini, Bung Denny Pinontoan,  berharap  setiap renungan yang ditulis  harus original, asli  karya sendiri. Karenanya  pertama-tama saya mohon maaf, sebab judul renungan ini  sama sekali tidak original. Tepatnya dikutip dari  sebuah buku yang pernah diterbitkan tahun 2002 silam, yang  judulnya  persis  sama ‘Dari Paradise ke Eden’.  Saya memberanikan diri mengutip, karena dua  alasan. Pertama,  buku itu tidak terkenal, sebab hanya dicetak satu exlempar. Bahkan saya sendiri  lupa,  sumbangan tulisan saya di buku itu  seperti apa.   Kedua, karena saya,  editor  dan beberapa penulis buku renungan ini, adalah orang-orang yang menulis buku tidak terkenal itu. 
 Kepada pembaca saya juga minta maaf, karena judul renungan ‘Dari Paradise ke Eden’ ini tidak bermaksud membuat semacam uraian tafsiran singkat  yang diambil dari kitab Kejadian sampai Wahyu. Sama sekali tidak.  Karena jika mau menafsir seperti itu, judulnya harus dibalik, ‘Dari Eden ke Paradise’. Lagi pula, sekali lagi, mungkin editornya  akan tidak setuju (editornya agak galak), sebab sesingkat-singkatnya tafsiran dari Kitab Kejadian-Wahyu, pasti membutuhkan halaman yang banyak. Mau bukti?  Silakan tanya  mahasiswa Teologi UKIT Angkatan Tahun 1998. Sebagian besar mereka pernah ditugaskan oleh para dosen, untuk membuat ringkasan Alkitab yang ditulis tangan.  
Meski buku ‘Dari Paradise ke Eden’ tidak terkenal, tapi buku ini istimewa dan akan selalu  dikenang.  Buku itu  sengaja dibuat  untuk didedikasikan kepada seorang sahabat yang telah meninggal  karena sebuah peristiwa kecelakaan maut di Tomohon.  Dengan penuh rasa hormat dan bangga  saya  menulis nama beliau,  Feliks A.N. Manua, meninggal tanggal 06 September 2002 (tanggal yang sama saat saya mulai menulis renungan ini, 06/09/2012).
Melewati hari bersama Feliks di kampus dan tempat kost, sungguh merupakan kebanggaan bagi para sahabat. Karenanya selain melalui air mata, buku itu turut menjadi ‘curahan hati’ betapa waktu itu kami sangat  berduka. 
Soal judul buku kenapa ‘Dari Paradise ke Eden’?  Sebenarnya kata Paradise dan Eden diambil dari dua nama tempat kost, (pemondokan, itu istilah kami) yakni Paradise di kompleks Bukit Inspirasi Tomohon dan Eden yang terletak, dibawah Kampus UKIT Bersinar (Bersih, Bersiman dan Bernalar).  Dipilihnya Paradise dan Eden, karena yang satu mewakili tempat kost pria dan yang satunya tempat kost perempuan. Mewakili berarti, ada banyak tempat kost yang dihuni mahasiswa khususnya angkatan 1998, seperti Ekklesia, Bahtera, Ekkletos, Pondok Daun, Partenos, Pondok Indah, Titanic dan sebagainya. Jadi pemilihan Paradise dan Eden sifatnya tidak eksklusif, tapi sekedar mewakili. Para penulis buku ‘Dari Paradise Ke Eden’ ada juga yang bukan tinggal di tempat kost ini.
Persahabatan dengan Feliks memang isitmewa. Dia mampu  memecahkan tawa, ketika suasana sedemikian sunyi, karena dia memang seorang humoris sejati. Dia tidak gampang marah meski diejek dalam berbagai cara.  Sifatnya yang ramah dan mudah bergaul membuat ia cepat akrab dengan siapa saja, karenanya waktu meninggal pun ia turut di ibadatkan secara Katolik oleh beberapa Frater (Mahasiswa STF Pineleng) sebagai wujud persahabatan dan rasa hormat. Dia  bersedia memberi diri menjadi Ketua Panitia Ibadah Natal Yesus Kristus, di tempat kost, disaat rekan-rekannya (termasuk saya  enggan  dan malas menerima tanggung jawab itu).  Dia  juga mau  menjadi ketua panitia Ospek saat penerimaan  mahasiswa baru di kampus.  
Sebagai seorang yang memiliki cita-cita besar, dia sebenarnya telah merencanakan masa depannya.  Dia berhasrat melanjutkan studi S2 di salah satu kampus terkenal di Amerika Serikat. Untuk mewujudkan itu, meski belum waktunya menyusun skripsi S1,  dia telah menyelesaikan  bagian Pendahuluannya. Sayang sebuah kecelakaan  yang terjadi  tepat disaat keluarganya asyik menikmati Hari Ulang Tahun ayahnya,   nyawa  Feliks melayang. Tangis kesedihan pun tak terelakkan.  Seorang sahabat  yang akrab, ramah, humoris, bertanggung jawab dan sopan itu berpulang.
Ditinggal mati oleh sahabat  yang sangat dikasihi pasti akan menimbulkan  duka yang dalam. Itu pula yang dirasakan Daud ketika  mendengar kematian sahabat karibnya, Yonatan. Yonatan adalah seorang pangeran, anak Raja Israel, Saul. Sedangkan Daud seorang teruna pemberani, yang sukses membantu Saul menaklukkan  pasukan Filistin yang dipimpin seorang raksasa bernama Goliath. Sama-sama menjadi  pahlawan bagi bangsa Israel, membuat  keduanya  saling mengagumi. Dan  rasa kagum itu berbuah ikatan persahabatan yang tulus dan dalam. Penulis Kitab Samuel menuturkan jiwa keduanya berpadu (saling tertarik) dan saling mengasihi seperti diri sendiri (1 Sam 18:1 dan 3). Persahabatan keduanya pun diikat dengan komitmen untuk saling setia dan melindungi. Ikatan itu bahkan bukan hanya berlaku bagi keduannya, tapi juga bagi keluarga atau keturunan masing-masing (1 Sam. 20:14-17).
Persahabatan mereka diuji, ketika Saul mulai membenci Daud. Yonatan lebih membela kebenaran. Maka Daud dilindungi, meski dia sendiri nyaris mati di tangan ayahnya. Tindakan Yonatan ini tidak lantas membuat dia menjadi anak durhaka terhadap ayahnya.  Karena diakhir hidupnya, dia  mendampingi ayahnya berperang, hingga membuat Yonatan dan Saul  mengalami kematian (1 Sam. 31:2).  Kematian Yonatan  membuat Daud sangat berduka. Duka yang dalam itu, tergambar  lewat sebuah  tulisan (nyanyian)  Daud, yang wajib dinyanyikan bani Yehuda dalam 2 Sam.1:17-27.  
Suatu kali ketika Daud telah menjadi raja Israel, dia terkenang terhadap persahabatannya dengan Yonatan. Dipanggilnya, bekas seorang pelayan Saul, dan ditanyakan soal keberadaan keluarga Yonatan. Alangkah bahagiannya Daud, ketika mengetahui kalau  Yonatan memiliki seorang anak lelaki yang masih hidup. Anak itu bernama Mefiboset (2 Sam.9).   Ketika Saul dan Yonatan tewas dalam perang, Mefiboset yang masih lima tahun diselamatkan oleh pengasuhnya (2  Sam. 4:4). Daud pun menyambut dia sebagai keluarga.
Janji setia untuk  saling melindungi yang pernah terucap antara dirinya dengan Yonatan, diwujudkan Daud dengan memberikan seluruh harta Saul kepada Mefiboset.   Itulah dampak dari persahabatan yang tulus. Daud telah menerima kebaikan  dan pertolongan Yonatan, karenanya hal yang sama dia lakukan terhadap Mefiboset. Nilai-nilai hidup dalam bentuk persahabatan yang tulus yang diteladankan Yonatan,  menjadi warisan berharga bagi Daud. Dan nilai-nilai itu ia pun dia wariskan kepada orang lain. 
Kematian sahabat sejati memang patut dikenang. Bahkan  jika perlu harus melampaui itu, yakni meneruskan apa yang pernah diperjuangkan sahabat yang telah meninggal. 
  Buku dan renungan ‘Dari Paradise ke Eden’, adalah sarana untuk mengenang sahabat seperti Yonatan,  Feliks dan sahabat sejiwa lainnya. Kenangan juga harus berwujud, yakni dalam bentuk perjuangan meraih mimpi dan menggenggam harapan.  Berhenti menangis lalu berjuang, itulah cara yang ampuh untuk menghargai sahabat.
Kematian  Feliks memang  membuat sahabat-sahabatnya menangis dan meratap. Raldi Gultom menangis sambil ingat tanah Papua, padahal dia asalnya dari Medan. Kerry Adriaan juga terbang ke Kalimantan untuk menghilangkan rasa dukanya, padahal rumahnya di Sindulang. Itulah perasaan ketika  ditinggalkan mati oleh teman. (Stenli Lalamentik)

32 Renungan Menyehatkan



Bijak Hari ini (Kutipan dan Karya) 


1. "Saya ingin memperlihatkan bahwa kekuatan manusia justru hancur oleh kelemahannya sendiri, yaitu kesombongan dan keserakahannya"
(James Cameron tentang Film Titanic)

 2. Agama tidak akan di kritik hanya sebagai pencari pembenaran jika agama mampu menjalankan fungsinya secara benar. Apa fungsi agama?
1. Memuliakan Allah
2. Mendidik umat untuk.
memuliakan Allah
3. Membuahkan ibadah itu
dalam bentuk perbuatan
baik kepada semua
ciptaan Allah.

3. Mengidolakan Seseorang Bukanlah Hal Tabu, Selama Itu Masih Dalam Batasan Sebagai Teladan Atau Yang Menginspirasi..... Mengidolakan Akan Menjadi Tidak Sehat Jika Sudah Bergeser Menjadi Pemujaan, Atau Bahkan Pengkultusan.... Mari Mengidolakan Manusia Secara Pantas

4. Ada sebuah frasa dalam bahasa latin yang berbunyi "Carpe Diem" Jika di terjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti 'Petiklah Hari"
Maksud ungkapan ini ialah "Manfaatkanlah hari. Jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa arti. Jangan sampai ada hari yang menjadi sia-sia, karena kita hanya bermalas-malasan tanpa memberi isi pada hari itu. Jangan sampai ada hari yang menjadi rusak karena kita mewarnainya dengan rasa benci, iri atau cuma memikirkan diri sendiri. Jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa sukacita"... Pengkhotbah Menulis,"...Jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya..." (Pkh.11:7)

5. Dalam Beriman Penting dan Perlu juga memakai Logika... Sebab Iman bukan hanya soal perasaan, tapi juga akal budi... Dan akal budi adalah cara kerja logika... Yang tidak gunakan akal budi namanya akal bulus..
Yesus berpesan "Kasihilah Tuhan Allah-mu dgn segenap hati,.... dan segenap akal budi...".

6. Maukah kau mencintaiku sepanjang sisa hidupku? Tidak! Aku akan mencintaimu sepanjang hidupku

7. Belajarlah Mengalah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Mengalahkanmu
Belajarlah Merendah Sampai Tak Seorang Pun Yang Bisa Merendahkanmu


8.  Jika Kami Bunga,
Engkau Adalah Tembok Itu
Telah Kami Sebar Biji-Biji
Suatu Saat
Kami Akan Tumbuh Bersama
Dengan Keyakinan
Engkau Harus Hancur
(Wijhi Thukul)
 

9. Hidup bukan ada dengan sendirinya. Ia ada karena diberikan oleh Tuhan. Tapi bukan hanya sekedar pemberian, melainkan juga penugasan. Tuhan menugaskan kita untuk menghidupi hidup ini..

10. Banyak Orang Ingin Merasakan Kemurahan Tuhan, Diberkati Hidupnya dan Diampuni Dosanya.... Tapi Tidak Semua Orang Ingin Memberitakan Kemurahan Tuhan Kepada Sesama.... Sesama Yang Berdosa, Terkadang Dianggap Layak Dihukum Tuhan.... Maka Jadilah, Tuhan Yang Peramah dan Pemurah Hanya Untuk Saya, Dan Tuhan Yang Pemarah Untuk Orang Lain.....

11. Bagi Orang Kurang Kerjaan, Menceritakan Keburukan Orang Lain Lebih Menyenangkan Dari Pada Melihat Kebaikannya.... Orang Malas Sulit Melihat Teladan, Karena Tidak Punya Motivasi

12. Perasaan rindu bisa menyenangkan. Berbahagialah orang yang merindu. Apa jadinya kalau hati kita begitu keras seperti batu sehingga tidak pernah bisa merindu. Perasaan rindu juga merupakan bagian dari iman.

13. Persoalan dan Masalah Dekat Dengan Tiap Orang.... Kita Punya Pilihan, Bersembunyi Atau Memperbaikinya... Tiap Pilihan Itu Punya Resiko... Pilihlah Yang Bisa Mendewasakan Kita

14. Kita Boleh Saja Merasa Tidak Bersaudara Dalam Iman, Tapi Kita Harus Bersaudara Dalam Kemanusiaan..

15. Tiap hari kita memakai akal. Untuk kegiatan yang paling sederhana pun kita berpikir, apalagi untuk urusan yang sulit. Dari pagi sampai malam kita membuat keputusan. Tiap keputusan adalah produk akal. Kita selalu berakal, tetapi belum tentu selalu berbudi. Akal kita selalu tajam, tetapi budi kadang-kadang menjadi tumpul sehingga yang ada bukanlah akal budi, melainkan akal bulus. Akal budi disertai pertimbangan masak-masak apa ini benar atau tidak. Sebaliknya, akal bulus hanya mempertimbangkan celah muslihat jahat. Supaya akal kita berfungsi sebagai akal budi, maka budi itu dari waktu ke waktu perlu diisi ulang atau diperbaharui. Tulis Paulus,".... berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:2).


16. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya

17. Aku tidak menganggap doa dapat membuat segala sesuatu lebih mudah. Aku mengharapkannya dapat memberiku kekuatan batin untuk terus berjuang. Ketekunan adalah caraku menunjukkan iman.

18. Kita sering mengeluh kekurangan waktu.
Apakah kita kurang waktu?
bukan! Kita bukan kurang waktu, tapi kurang cakap mengatur waktu!
Kita menunda-nunda.
Padahal menunda bukan mengurangi pekerjaan, malah menambah pekerjaan.
Kunci produktivitas adalah kecakapan mengatur waktu atau time management.
Efisien dan efektif, langsung kerjakan dan selesai sampai tuntas.
Itu disiplin dan komitmen.
Pokoknya jangan menunda-nunda.
Kita perlu belajar dari seorg loper koran.
Cerah atau hujan, tiap hari loper langsung jalan.
Tidak ada tunda-tunda, apalagi sampai besok. Siapa yang mau koran basi?

19. Banyak kepercayaan menekankan kebesaran & kuasa Tuhan. Bagi kita, Tuhan itu mahabesar & mahakuasa, tetapi terutama Ia mahabaik. Ia menyelamatkan kita bukan dengan kebesaran-Nya (sebab Ia justru menjadi manusia) dan bukan dengan kuasa-Nya (sebab Ia justru mati tak berdaya di atas salib), tetapi dengan kebaikan-Nya (yg mengampuni orang berdosa & menolong orang yg lemah). Injil adalah undangan untuk menikmati kebaikan Tuhan itu. Orang yg percaya akan kebesaran & kuasa Tuhan tetapi kurang sadar akan kebaikan Tuhan bisa saja menjadi orang yg sangat beragama tetapi belum tentu orang baik. Jangan heran kalau banyak kejahatan justru berkaitan dengan orang-orang beragama. Kepercayaan akan kebesaran & kuasa Tuhan bisa menjadi dasar untuk selalu membesarkan diri & memupuk kekuasaan diri. Hasilnya adalah sikap hidup yang berbahaya bagi orang lain. Karena itu tidak cukup hanya mengagumi kebesaran Allah dan mengakui kuasa-Nya. Maka, "kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya", nikmatilah dan sadarilah betapa baiknya Tuhan itu!


20. Yang lebih dulu minta maaf adalah yang paling berani.
Yang lebih dulu memaafkan adalah yang paling kuat.
Dan... yang lebih dulu ikhlas adalah yang paling bahagia.

21. Dua hal yang menentukan siapa dirimu sebenarnya; kesabaran saat tidak punya apa-apa dan perilakumu saat sedang mempunyai segalanya

22. Hidup ini tidak pernah berhenti, selalu berjalan. Seiring berjalannya hidup ini, kesempatan pun datang silih berganti. Marilah kita memanfaatkan setiap kesempatan dengan membuat hidup kita lebih bermakna. Selamat menjalani sepanjang hari ini.....

23. Lakukan dari hati, bukan hanya karena ingin mendapat pujian. Itulah KETULUSAN.

24. Melayani tidak merendahkan atau meninggikan siapa pun, ini akan mensejajarkan kita sebagai manusia yang santun

25. Mari berjuang lebih keras & smart agar prestasi kita bisa lebih baik dari kemarin.

26. Jangan Pernah Menyerah Untuk Orang Yang Kita Cintai

27. Jika kamu tak berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, maka kamu akan menghabiskan hidupmu hanya untuk melihat orang lain mewujudkan mimpinya.....


28. Orang yg menyerah dalam perjuangan sedang mengalami lupa, lupa bahwa dulu sangat bertekad untuk memperjuangkannya...


29. Perjuangkanlah hidupmu sampai semua orang yang mungkin pernah "meremehkanmu" akan melihat kebesaran Tuhan dalam perjuanganmu ;’)

30.  Menjadi orang yang berguna dan berbuah adalah tujuan hidup tiap orang. Oleh sebab itu, Kristus mengibaratkan kita sebagai pohon buah lalu menugaskan kita untuk berbuah. Sungguh membebsarkan hati, Kristus bukan cuma menugaskan, melainkan juga mendampingi bahkan menyatu dengan kita dalam melaksanakan tugas itu. Ucap-Nya, "Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak...." (Yoh.15:5, BIMK).


31. Salah satu cara mempersiapkan hari esok adalah dengan mempergunakan segala sesuatu yang terjadi hari ini dengan sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya. Kemudian buatlah strategi yang berbeda untuk meraih pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya. Jalanilah segala sesuatu bukan sebagai rutinitas, tetapi sebagai aktivitas. Rutinitas tampak bergerak, tetapi tidak berpindah. Ciptakan keberhasilan kecil dalam setiap kesempatannya. Sekalipun demikian, jangan pernah memakai rumus atau resep yang sama untuk mendapatkan hasil berbeda.
Albert Einstein pernah berucap "Hanya orang gila yang melakukan hal yang sama untuk mendapatan hasil yang berbeda"...


32. Menjalani perputaran roda hidup dgn iman, bukan berarti bahwa iman kita kuat. Orang beriman bukanlah orang yg tidak suka cemas, melainkan orang yang dalam kecemasannya bertumpu pada Kristus. Orang beriman bukanlah orang yang imannya besar, melainkan orang yang bertumpu pada rahmat Tuhan yang besar. Iman kita kecil dan lemah, tetapi itu tidak soal, sebab yang penting adalah bahwa rahmat Tuhan itu besar dan kuat. Iman adalah berpegang pada Kristus dalam melangkah.